Jahe juga disebut memiliki indeks glikemik (GI) yang sangat rendah. Makanan dengan GI rendah terurai perlahan untuk membentuk glukosa, sehingga tidak memicu lonjakan kadar gula darah seperti yang terjadi pada makanan GI tinggi.
Bila melihat sederet manfaat yang telah dijelaskan dalam jurnal ilmiah di atas, mengonsumsi jahe mungkin menjadi cara yang bermanfaat bagi penderita diabetes tipe 2, terutama untuk meningkatkan kontrol gula darah dan mengurangi risiko penyakit jantung.
Rahaf Al Bochi, RD, juru bicara Academy of Nutrition and Dietetics menyarankan untuk menikmati jahe utuh sebagai obat alami diabetes di rumah. Anda bisa menyeduhnya menjadi minuman hangat atau menjadikannya bumbu masakan yang Anda makan.
Suplemen jahe juga disebut telah terbukti mengurangi faktor risiko penyakit jantung pada orang yang berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung, termasuk penderita diabetes, dengan cara rumahan. Namun, manfaat jahe untuk mengatasi diabetes ala rumahan ini bukan untuk menggantikan obat resep dokter atau anjuran tenaga medis profesional.
Sebelum memutuskan untuk rutin mengonsumsi jahe, ada baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli endokrinologi, seperti yang disarankan dalam Everyday Health. Sebab, jahe dapat memengaruhi tingkat insulin, sehingga dapat berinteraksi dengan obat diabetes tertentu. Jika Anda mengonsumsi suplemen jahe dan sedang menjalani pengobatan diabetes, ada kemungkinan Anda mengalami gula darah rendah atau hipoglikemia. ❒
FOTO: Jahe mengandung lebih dari 100 senyawa aktif yang memiliki peran terhadap kesehatan, antara lain untuk mengatasi diabetes.





