- Jam tidur yang berfluktuasi:
Banyak orang tidak memiliki waktu tidur atau waktu bangun yang tetap. Jadwal tidur mereka dapat berubah secara dramatis dari satu hari ke hari berikutnya atau antara hari kerja dan akhir pekan, yang mencegah pembentukan pola tidur yang stabil.
- Pola perilaku:
Memutuskan untuk begadang atau bangun lebih awal untuk belajar, berolahraga, atau ikut serta dalam kegiatan sosial dapat mengganggu rutinitas tidur yang normal.
- Kafein dan minuman berenergi:
Stimulan dapat membantu orang merasa waspada, tetapi dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk secara alami bergantian antara tidur dan terjaga, sehingga lebih sulit untuk tertidur dan tetap tertidur.
- Stres dan gangguan emosional:
Banyak masalah tidur terkait dengan stres, kecemasan, depresi, dan masalah kesehatan emosional atau mental lainnya. Kondisi-kondisi ini dapat menyebabkan pikiran berpacu ketika mencoba untuk tertidur atau menyebabkan kantuk di siang hari, sehingga mencegah pengembangan rutinitas tidur yang konsisten dan sehat.
- Paparan cahaya di kamar:
Secara biologis, ritme sirkadian berkembang sesuai sinar matahari jauh sebelum listrik ditemukan. Namun, otak juga merespons cahaya buatan, yang berarti bahwa paparan konstan terhadap pencahayaan dalam ruangan serta cahaya biru yang berasal dari perangkat elektronik seperti ponsel, tablet, televisi, dan komputer dapat mengganggu sinyal khas yang menyampaikan ke otak, apakah itu siang atau malam.
Demikian 8 penyebab tidur terganggu. Semoga menjadi referensi bagi Anda yang ingin memperbaiki pola tidur. Apabila Anda kesulitan tidur sebaiknya konsultasi dengan tenaga medis, atau psikiater Anda.mg05


