Indonesia Siap Ekspor Beras Tahun Ini, Lonjakan Serapan Bulog jadi Kunci

Ilustrasti tumpukan beras di gudang. - Istimewa
Pemerintah Indonesia membuka peluang melakukan ekspor beras pada tahun 2026 setelah realisasi serapan beras nasional menunjukkan lonjakan signifikan di awal tahun dan stok strategis dipastikan aman.

Potensi ekspor beras ini muncul di tengah capaian produksi dan cadangan beras yang cukup untuk memenuhi kebutuhan domestik sekaligus memenuhi permintaan negara sahabat. 

Realisasi serapan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang bersumber dari produksi dalam negeri tercatat mencapai sekitar 112.000 ton pada Januari 2026, meningkat lebih dari 700 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar 14.000 ton. Data itu dikemukakan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) / Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam keterangan yang dipublikasikan media pada Rabu, 4 Februari 2026. 

“Tahun ini, serapan beras dari produksi dalam negeri sudah menyentuh 112.000 ton, dibandingkan tahun lalu yang hanya 14.000 ton. Ini naik lebih dari 700 persen,” ujar Andi Amran Sulaiman, Kepala Bapanas, dalam keterangan resmi 4 Februari 2026. 

Bacaan Lainnya

Andi Amran Sulaiman mengatakan bahwa jika tren peningkatan serapan ini tetap kuat dan berkelanjutan, Indonesia akan berada dalam posisi yang memungkinkan untuk mengekspor beras ke negara lain. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI. 

“Kalau kami lihat tadi, masuk Februari itu 112 ribu ton. Ini kalau berlanjut, InsyaAllah hampir pasti mudah-mudahan, kalau ada negara sahabat yang butuh beras, mungkin kita bisa supply,” kata Amran dalam rapat tersebut. 

Peluang ekspor ini juga didukung oleh pernyataan sebelumnya tentang kesiapan Perum BULOG dalam mempersiapkan stok beras untuk tujuan ekspor. Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menyatakan bahwa Bulog telah menyiapkan stok beras premium dengan total sekitar 1 juta ton untuk potensi ekspor pada 2026, setelah Indonesia dinyatakan mencapai status swasembada beras. 

Kemenhaj Siap Mendukung

Selain itu, rapat koordinasi antara Perum BULOG, Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga menunjukkan kesiapan Indonesia menghadapi ekspor beras untuk kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Arab Saudi pada musim haji 1447 H/2026 M—dengan kebutuhan diperkirakan mencapai hampir 4.000 ton lebih. 

Pos terkait