Doktor ITS Ciptakan Pendeteksi Kerusakan Jalan Berbasis AI

Doktor ITS
Dr Hani’ah Mahmudah ST MT menunjukkan tampilan pengambilan data visual jalan rusak dibantu oleh sensor kamera yang terpasang pada kendaraan untuk selanjutnya diolah dengan edge device berbasis AI. - Humas ITS
Berangkat dari problem jalan rusak mahal dan lambat ditangani, doktor ITS Hani’ah Mahmudah mengembangkan AI CNN berbasis edge device untuk deteksi cepat dan akurat.

Masalah jalan rusak yang memakan biaya besar dan waktu lama mendorong lahirnya inovasi baru. Doktor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Hani’ah Mahmudah, menghadirkan sistem berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi kerusakan jalan secara cepat dan presisi.

Perempuan asal Tulungagung itu meraih gelar doktor di Program Studi S3 Departemen Teknik Fisika (DTF) ITS setelah mengembangkan model Convolutional Neural Network (CNN) pada edge device.

Ia menegaskan, risetnya berangkat dari kondisi lapangan di Indonesia yang masih mengandalkan metode konvensional dalam mendeteksi kerusakan jalan.

“Optimasi pendeteksi berbasis AI ini mempercepat pengambilan data secara tepat waktu,” ujar Hani’ah, Senin (13/4/2026).

Deteksi Cepat Berbasis AI

Hani’ah mengembangkan sistem identifikasi kerusakan jalan melalui pengambilan data visual berupa foto dan video menggunakan sensor.

Data tersebut kemudian diolah menggunakan model iYOLOv7-TPE-SS untuk mengenali objek kerusakan seperti lubang jalan dengan tingkat akurasi tinggi.

Selanjutnya, hasil identifikasi diproses melalui platform komputasi AI NVIDIA AGX Orin untuk menghasilkan data kerusakan yang siap ditindaklanjuti.

Efisiensi Biaya dan Keselamatan

Menurut Hani’ah, inovasi ini tidak hanya berhenti di ranah akademik. Teknologi tersebut berpotensi menekan biaya pemeliharaan jalan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna.

Ia juga menyebut sistem ini mendukung pengembangan smart city dan Internet of Vehicles (IoV).

Dalam risetnya, Hani’ah dibimbing Guru Besar Teknik Fisika ITS Prof Aulia Siti Aisjah sebagai promotor, serta Prof Syamsul Arifin dan Dr Catur Arif Prastyanto sebagai co-promotor.

Selama studi, ia mencatatkan sembilan publikasi ilmiah, tujuh di antaranya terbit di jurnal Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) pada bidang machine learning dan digital signal processing.

Ke depan, Hani’ah berharap inovasinya dapat dikembangkan bersama mitra untuk implementasi lebih luas di lapangan.***