BPBD Cianjur Imbau Nelayan Selatan Tidak Melaut karena Gelombang Tinggi

Gelombang laut
Ilustrasi gelombang laut. (Pixabay)

BPBD Cianjur menempatkan petugas di pesisir selatan dan meminta nelayan menunda perjalanan laut hingga kondisi gelombang lebih aman.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur mengimbau nelayan di pesisir selatan untuk sementara tidak melaut karena kondisi gelombang yang berpotensi membahayakan keselamatan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur Samudra Wira Purnama mengatakan pada Minggu, 27 September 2026, petugas dan relawan telah ditempatkan untuk memantau sejumlah kawasan pantai.

Relawan Pantau Tiga Kecamatan

Pemantauan dilakukan antara lain di Kecamatan Cidaun, Sindangbarang, dan Agrabinta. BPBD juga meminta warga tidak mendekati bibir pantai ketika gelombang meninggi.

Bacaan Lainnya

Nelayan yang tetap harus berlayar diminta memeriksa kondisi kapal, membawa pelampung, dan segera mempertimbangkan kembali perjalanan jika keadaan laut memburuk. BPBD menyebut potensi gelombang di pantai selatan Jawa Barat dapat mencapai lima meter atau lebih.

Prakiraan Perlu Diperbarui

Prakiraan BMKG untuk wilayah perairan Samudra Hindia selatan Jawa Barat yang diperiksa redaksi menunjukkan tinggi gelombang sekitar 2,1–2,2 meter pada sejumlah jam Senin, 28 September. Angka tersebut merupakan prakiraan untuk wilayah perairan tertentu, sedangkan keterangan BPBD berupa peringatan potensi bagi kawasan pesisir.

Karena kondisi laut berubah menurut lokasi dan waktu, nelayan diminta memeriksa prakiraan maritim terbaru serta mengikuti arahan petugas setempat sebelum berangkat.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan