Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, menuai kontroversi setelah menyebut orang yang menyerukan pembubaran DPR sebagai “tolol sedunia”. Ucapan itu ia lontarkan usai kunjungan kerja di Polda Sumatera Utara, Jumat, 22 Agustus 2025.
__________
Dalam keterangannya, politikus NasDem itu menegaskan kritik keras kepada DPR sah-sah saja. “Mau maki-maki DPR silakan, tapi jangan sampai bilang ‘bubarin DPR’. Itu orang tolol sedunia,” kata Sahroni di Medan.
Dari Tunjangan Rp50 Juta ke Seruan Bubarkan DPR
Polemik bermula dari pemberitaan mengenai tunjangan rumah bagi anggota DPR. Nilainya mencapai Rp50 juta per bulan per anggota.
DPR beralasan, tunjangan itu adalah pengganti rumah dinas, sesuai keputusan Kementerian Keuangan. Namun di mata publik, angka itu mencolok. Di tengah mahalnya harga beras, biaya sekolah, dan naik-turunnya harga BBM, tunjangan fantastis itu dipandang sebagai bentuk ketidakpekaan elite.
Ketidakpuasan pun bergulir. Di media sosial, warganet mulai menyerukan tagar dan kalimat lantang: “Bubarkan DPR!” Seruan itu makin ramai menjelang isu aksi 25 Agustus.
Tidak ada penggagas resmi yang mengklaim sebagai motor gerakan, tapi gaungnya keras terdengar.
Sahroni Membalas dengan Kata “Tolol”
Ahmad Sahroni langsung menanggapi gelombang tersebut ketika di Medan, Sumatera Utara, pada Jumat, 22 Agustus 2025.
“Mau maki-maki DPR silakan, tapi jangan sampai bilang bubarin DPR. Itu orang tolol sedunia,” ujarnya seusai kunjungan ke Polda Sumut.
Pernyataan yang ia maksudkan untuk membela institusi DPR justru menjadi blunder. Video ucapan itu beredar cepat. Potongan kalimat “orang tolol sedunia” diputar berulang kali di X dan Instagram.





