Kasus hukum seorang Gus mengguncang batin santri, membuka krisis loyalitas, moral pesantren, dan relasi agama dengan kekuasaan.
Perlu Dibaca
Kategori: Opini
Tentang Formula yang Bernama “Muktamar”
Esai ini membedah krisis PBNU, tarik-menarik legitimasi Muktamar, serta pentingnya kembali pada komando Syuriyah demi menjaga jiwa dan tradisi Nahdlatul Ulama.
NU, Organisasi dan Arogansi
PBNU dinilai semakin sentralistik lewat pembatalan hasil Konfercab, penunjukan karteker, dan keputusan yang menyingkirkan musyawarah daerah. Artikel ini mengulas kegelisahan kiai dan ancaman lunturnya kearifan NU.
Yang Ilahi dan yang Insani di Jalan Kramat
Tulisan reflektif Aguk Irawan MN ini menyoroti dinamika ulama di Jalan Kramat, mengingatkan kembali pada esensi keulamaan sejati: bukan perebutan posisi, melainkan penyambung wahyu yang menebarkan ketenangan dan kebijaksanaan bagi umat.
MQK Nasional Fiqih Siyasah: Menjembatani Turâts Islam dengan Politik Kebangsaan
FPTP dan PKB menggelar MQK Nasional bidang fikih siyasah sebagai upaya menumbuhkan kesadaran politik santri berbasis turâts serta memperkuat peran pesantren dalam kehidupan kebangsaan.
Tujuh Alasan Logis jika Takzim Kiai Bukan Bentuk Feodalisme-Fasisme
Tulisan ini membandingkan nilai, struktur, dan tujuan sistem pesantren dengan feodalisme dan fasisme, menegaskan keunggulan moral dan spiritual pesantren dalam membentuk karakter bangsa.
Mbah Hasyim dan Santri Nusantara: Api Kebangsaan yang Tak Pernah Padam
Kisah perjuangan Mbah Hasyim Asy’ari dan kaum santri menjadi fondasi kebangsaan Indonesia yang berpijak pada iman, ilmu, dan kemerdekaan sejati.
Pesantren sebagai Subkultur: Memahami Hubungan Spiritual Santri dan Kiai
Hubungan santri-kiai yang kokoh menciptakan pilihan ideal sikap hidup di tengah kehidupan masyarakat yang serba transisional dan tak menentu.
KPK Sebut Khalid Basalamah Bocorkan Pemeriksaan, Apakah Termasuk ‘Obstruction of Justice’?
Khalid Basalamah mungkin merasa sedang melakukan klarifikasi. Namun, dalam kacamata hukum, ia justru menempatkan dirinya pada posisi rawan.
Mampukah Ahmad Dofiri Mengubah Wajah Polri?
Presiden Prabowo Subianto menunjuknya sebagai penasihat khusus untuk proyek reformasi Polri—agenda besar yang sudah lama ditunggu tapi berkali-kali kandas di jalan.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









