Begini Sejarah Singkat Tahun Kabisat dan Cara Menghitungnya

Tanggal 29 Februari adalah penanda datangnya tahun kabisat atau leap year. (Ilustrasi Canva)

Untuk mengakomodasi kelebihan waktu ini, setiap empat tahun, satu hari ekstra ditambahkan ke kalender, yaitu tanggal 29 Februari. Untuk menentukan apakah suatu tahun merupakan tahun kabisat atau bukan, ada aturan sederhana yang dapat diikuti: Jika jumlah tahun habis dibagi 400, itu adalah tahun kabisat. Jika jumlah tahun habis dibagi 100, tetapi tidak habis dibagi 400, itu bukan tahun kabisat. 

Jika jumlah tahun habis dibagi 4, itu adalah tahun kabisat. Jika suatu tahun tidak memenuhi ketentuan di atas, maka itu bukan tahun kabisat. Dengan pemahaman ini, perhitungan tahun kabisat menjadi lebih sederhana dan mudah dipahami. 

Dengan perhitungan tersebut, jika kalender tidak melakukan koreksi kecil setiap empat tahun, secara bertahap, kalender akan menjadi tidak selaras dengan musim. Jika ketidaksesuaian tesebut berlangsung selama berabad-abad, maka hal ini dapat menyebabkan titik balik matahari dan ekuinoks terjadi pada waktu yang berbeda dari perkiraan. Cuaca musim dingin mungkin bakal terjadi sesuai kalender yang menunjukkan musim panas, sehingga petani mungkin bingung kapan harus menanam benih.◼︎

Bacaan Lainnya

Pos terkait