Awas, Kenali dan Waspadai Flu Singapura: Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut yang Diderita Youtuber Pilot Vincent Raditya

Ilustrasi penderita flu Singapura. Foto:Canva

Gejala Flu Singapura

Gejala mulai muncul atau berkembang sekitar tiga hingga tujuh hari setelah awal infeksi, yang dikenal sebagai periode inkubasi. Secara umum, berikut beberapa gejala flu Singapura:

  • Demam
  • Kehilangan selera makan
  • Mudah marah dan rewel pada bayi atau balita
  • Sakit tenggorokan
  • Merasa tidak enak badan
  • Sariawan yang terasa menyakitkan di lidah, gusi dan bagian dalam pipi yang menjadi merah dan mengkilat
  • Ruam merah pada telapak tangan, telapak kaki dan terkadang bokong

Demam biasanya merupakan tanda pertama, diikuti nyeri tenggorokan, sakit menelan, sariawan, dan kadang-kadang lemas serta hilangnya nafsu makan. Hari pertama dan kedua setelah demam terjadi, flu singapura pada anak akan menyebabkan peradangan yang hebat di tenggorokan dan mukosa mulut.

Selain di tangan, kaki, dan bokong, bintil-bintil kemerahan juga dapat muncul di lipatan paha, siku dan lutut, yang dapat terjadi satu sampai dua hari kemudian. Kemerahan di kulit dimulai dengan bercak merah datar, yang nantinya berubah menjadi warna mengkilat yang tampak dalam satu sampai dua hari. Kemerahan yang tampak pada telapak tangan maupun telapak kaki biasanya tidak terasa gatal.

Bacaan Lainnya

Komplikasi Flu Singapura

Komplikasi yang paling sering terjadi dari flu Singapura adalah dehidrasi, karena luka di mulut dan tenggorokan menyebabkan kesulitan minum dan menelan. Meski penyakit yang tergolong ringan, namun suatu bentuk coxsackievirus yang langka dan kadang-kadang serius dapat menyerang otak dan menyebabkan komplikasi berikut:

  • Meningitis 

Adalah infeksi radang selaput (meningen) dan cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

  • Radang Otak

Merupakan peradangan otak yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini termasuk parah dan berpotensi mengancam jiwa.

Pencegahan Flu Singapura

Penderita flu Singapura dapat dengan mudah menularkan virusnya pada tujuh hari pertama. Setelah gejala mereda, virus masih bisa bertahan dalam tubuh penderita selama beberapa hari hingga beberapa minggu, dan dapat menyebar melalui tinja atau ludah. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pencegahan, di antaranya:

  • Hindari mencium anak yang sedang menderita flu Singapura.
  • Ajari anak untuk tidak berbagi peralatan makan atau minum dengan orang lain.
  • Jika terinfeksi, istirahatkan anak Anda di rumah untuk sementara waktu hingga kondisinya benar-benar pulih. Ini untuk mencegah penyakit menular ke orang lain.
  • Bersihkan area-area yang dicurigai terkontaminasi virus (peralatan makan, meja, pakaian, dan sprei) dengan menggunakan air dan sabun.
  • Biasakan anak untuk menjaga kebersihan diri seperti rutin mencuci tangan khususnya setelah BAB. Hal ini penting dilakukan karena anak-anak di bawah usia 10 tahun rawan tertular penyakit.

Kapan Harus Ke Dokter?

Flu Singapura adalah penyakit ringan yang tidak memerlukan perawatan spesifik, dan biasanya hanya menyebabkan demam selama beberapa hari dan gejalanya akan hilang dalam dua minggu. Namun, jika luka pada mulut atau sakit tenggorokan membuat anak kesulitan untuk makan dan minum selama beberapa hari atau semakin memburuk, segera ke dokter untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

Pos terkait