Awal Mula Peringatan Jumat Agung dan Maknanya Bagi Umat Kristiani

Jumat Agung
Ilustrasi Jumat Agung. - Pixabay
Umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung untuk mengenang kematian Yesus Kristus.

Umat Kristiani menyambut perayaan Jumat Agung yang jatuh pada tanggal 3 April tahun ini. Momen penting ini merupakan satu kesatuan dari Tri Hari Suci Paskah. Rangkaian ini terdiri dari peringatan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.

Seluruh jemaat biasanya mengikuti ibadah khusus di berbagai gereja. Mereka berkumpul dengan satu tujuan utama yaitu mengenang peristiwa kematian Yesus Kristus. Hari ini menjadi masa persiapan krusial sebelum puncak perayaan Paskah.

Laman Christianity mencatat bahwa Jumat Agung adalah hari suci untuk memperingati penyaliban Yesus. Peristiwa tragis tersebut terjadi di Bukit Kalvari. Sebagian orang juga kerap menyebutnya sebagai Jumat Suci atau Jumat Hitam.

Bacaan Lainnya

Pada hari tersebut Yesus rela menderita dan mati disalib sebagai pengorbanan menebus dosa manusia. Hari ini dianggap sebagai puncak pelayanan Yesus selama berada di dunia. Hal inilah yang mendasari penggunaan sebutan agung pada hari tersebut.

Kementerian Agama Republik Indonesia turut memberikan penjelasan terkait makna hari ini. Jumat Agung ditegaskan bukan sekadar pengantar menuju Paskah. Hari ini justru memiliki nilai keagungan tersendiri dan menjadi inti dari Paskah.

Tanpa penderitaan di kayu salib tidak akan pernah ada kemenangan. Kematian di hari Jumat Agung menjadi syarat mutlak kebangkitan mulia pada hari Paskah kelak.

Sejarah Penyaliban

Laman National Today mencatat peristiwa penyaliban ini terjadi pada abad pertama atau sekitar tahun 33 Masehi. Laman Catholic menjelaskan tragedi ini bermula dari pengkhianatan Yudas Iskariot pada malam perjamuan terakhir atau Kamis Putih.

Yesus kemudian ditangkap oleh prajurit suruhan usai berdoa di Taman Getsemani. Yudas menjadi penunjuk jalan bagi pasukan tersebut. Yesus lalu diadili dan dijatuhi hukuman mati dengan cara disalib secara kejam.

Gubernur Kerajaan Romawi Pontius Pilatus menjadi sosok yang menjatuhkan vonis mati tersebut. Keputusan ini didasari laporan pemuka agama Yahudi yang menyebut Yesus mengaku sebagai raja.

Sebelum disalib Yesus disiksa dengan cambuk dan dipaksa memakai mahkota duri. Tangan dan kakinya dipaku pada sebatang kayu. Ia juga terus mendapat berbagai hinaan dari orang di sekitarnya.

Pos terkait