Chairul Tanjung janji menayangkan program khusus pesantren di Trans7 sebagai bentuk tanggung jawab moral setelah tayangan Xpose Uncensored menuai kecaman.
Penulis: Faried Wijdan
Chairul Tanjung Sowan ke Lirboyo, Minta Maaf Langsung ke KH. Anwar Manshur Soal Tayangan Trans7
Bos Trans Corp Chairul Tanjung sowan ke Ponpes Lirboyo, Kamis (23/10), untuk meminta maaf langsung kepada KH. Anwar Manshur buntut tayangan Xpose Uncensored Trans7 yang dinilai menyinggung pesantren.
Primbon: “AI” Leluhur Nusantara yang Lebih Dulu Mengenal Algoritma
Leluhur Nusantara sudah mengenal konsep AI lewat primbon, bahasa kuno, dan sistem pengetahuan yang presisi jauh sebelum era digital.
BAZNAS dan Kemnaker Buka Program Magang ke Jepang: Gaji Yen, Etos Kerja Islami
BAZNAS dan Kemnaker buka program magang ke Jepang 2025 untuk keluarga mustahik dengan durasi 3–5 tahun, fasilitas lengkap, dan modal usaha hingga Rp98 juta.
Setahun Dampingi Prabowo, Gibran Dinilai Belum Tampil Sebagai Pemimpin Muda yang Kuat
Setahun menjabat, Wapres Gibran Rakabuming dinilai belum menunjukkan performa signifikan. Pengamat menilai ia perlu membangun kepercayaan publik dan keluar dari bayang-bayang ayahnya, Jokowi.
Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren Tepat di Hari Santri Nasional
Presiden Prabowo Subianto menyetujui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama. Langkah ini disebut Wamenag Romo Syafi’i sebagai bukti perhatian lebih pemerintah terhadap dunia pesantren di Indonesia.
Pakar Menilai KPK “Menahan Bola” Kasus Korupsi Kuota Haji, Membuat Publik Curiga
Pakar antikorupsi Universitas Mulawarman, Herdiansyah Hamzah, mendesak KPK segera menetapkan tersangka kasus korupsi kuota haji 2024 yang dinilai terlalu lama dan berpotensi menurunkan kepercayaan publik.
Keris: Teknologi, Doa, dan Tauhid dalam Satu Bilah Logam
Keris bukan benda mistik, melainkan perpaduan teknologi, doa, dan filosofi tauhid yang mencerminkan kejayaan spiritual dan intelektual Nusantara.
Dr. Soetomo dan Pembelaannya terhadap Pesantren
Dr. Soetomo, pendiri Boedi Oetomo dan lulusan STOVIA, membela pesantren dalam polemik 1930-an, menyebutnya pendidikan sejati Nusantara yang menanamkan budi, persatuan, dan kemandirian.
“Dunia Akan Berkiblat ke Pesantren, Bukan ke Barat”
Oxford dan Cambridge disebut telah meniru pola pesantren: belajar bersama, berasrama, berakhlak, dan berorientasi Ilahi.
Tidak Ada Pos Lagi.
Tidak ada laman yang di load.









