Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan operasi modifikasi cuaca (OMC) selama 10 hari guna mengantisipasi potensi hujan ekstrem yang dapat mengganggu arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, mengatakan operasi modifikasi cuaca akan dilaksanakan mulai 16 Maret hingga 26 Maret 2026, bertepatan dengan periode puncak pergerakan masyarakat. Langkah ini merupakan hasil koordinasi dengan stakeholder, termasuk Kepolisian Daerah Jawa Timur.
“Ini dilakukan untuk mengantisipasi wilayah yang kondisi tanahnya sudah jenuh akibat hujan dalam beberapa bulan terakhir. Jangan sampai ketika masyarakat sedang melakukan perjalanan mudik, justru terjadi hujan ekstrem yang memicu longsor maupun banjir,” kata Gatot, Senin (16/3/2026).
Menurutnya, dalam apel kesiapsiagaan yang digelar sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menekankan pentingnya antisipasi terhadap sisa musim hujan yang masih berpotensi memicu cuaca ekstrem.





