Ada 8 Instruksi Presiden Prabowo untuk Kabinet Merah Putih, Termasuk Kurangi Studi Banding ‘Mengada-ada’ dan Permudah Birokrasi

Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat kabinet pertama, Rabu (23/10/2024). (TV One News)
Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka melaksanakan sidang kabinet pertama dengan para menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 23 Oktober 2024. Ada delapan arahan mendetail disampaikan Presiden Prabowo selama kurang lebih 2,5 jam kepada para bawahannya.

Prabowo meminta semua anggota kabinet Merah Putih menyatukan visi agar kabinet Merah Putih bisa langsung ‘gas bekerja’ dengan tim yang dibentuk, supaya bisa bekerja dengan baik.

Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna perdana dengan para menteri Kabinet Merah Putih di Ruang Sidang Kabinet, Jakarta, 23 Oktober 2024. (FOTO/Muchlis Jr – Biro Pers Sekretariat Presiden)

 

Berikut ini delapan Instruksi tegas Prabowo:

Bacaan Lainnya
1. Perintahkan Kapolri-BIN Fokus Atasi Judi Online, Narkoba, hingga Korupsi

Presiden RI Prabowo Subianto memerintahkan Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Herindra fokus mengatasi judi online, narkoba, hingga korupsi.

“Saya minta Jaksa Agung, Kapolri, BPKP, Badan Intelijen Negara fokus ancaman yang berat bagi kita. Judi online, narkoba, penyelundupan, penyelewengan, korupsi, kebocoran,” kata Prabowo saat memimpin sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden Jakarta, Rabu (23/10/2024).

Menurut dia, ancaman-ancaman tersebut hanya dapat di mitigasi dengan penegakan hukum yang tegas dan bukti kuat. “Hanya dengan penegakan hukum yang tegas dan Intelejen yang baik, bukti-bukti yang kuat bisa kita segera mitigasi hal ini semua,” ujarnya.

2. Beri Pendidikan yang Layak untuk Anak Bangsa

Presiden Prabowo menekankan pentingnya peningkatan pendidikan untuk anak-anak Indonesia. Dia ingin agar semua anak-anak di Indonesia mendapat pendidikan yang layak.

“Pendidikan sangat mutlak. Saya sudah panggil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dan Menteri Pendidikan Dasar-Menengah. Kita sudah mempunyai gambaran besar bagaimana kita segera akan menyentuh semua anak-anak kita,” jelasnya.

“Kita akan gunakan teknologi untuk mempercepat, membawa pendidikan kepada anak-anak kita,” tegas Prabowo.

3. Minta Menteri Bekerja Seperti ‘Total Football’

Prabowo meminta menteri Kabinet Merah Putih menyatukan visi agar menteri bisa langsung ‘beraksi’ dengan tim yang dibentuk supaya dapat bekerja dengan baik. Presiden pun meminta seluruh menteri membangun sebuah super tim yang bisa bekerja seperti tim total football.

Sebagai informasi, total football adalah sebuah sebutan taktik dalam permainan sepak bola yang mengharuskan semua pemain bisa saling mengisi dan bekerjasama satu sama lain sehingga mampu mengusai permainan.

Prabowo juga mengingatkan kepada seluruh kementerian dan kepala badan agar setia kepada tujuan berbangsa dan bernegara seperti yang tercantum dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Tidak boleh ada yang mengkhianati tujuan bernegara, yakni mengelola kekayaan Indonesia untuk bisa dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.

4. Mengutamakan Kepentingan Nasional

Presiden Prabowo menyadari bahwa semua menteri memiliki kepentingan kelompok masing-masing. Untuk itu, dia meminta agar para menteri Kabinet Merah Putih menyepakati kepentingan nasional yang vital, yakni kemerdekaan dan keutuhan Indonesia, di atas urusan kelompoknya.

“Kita masing-masing punya kepentingan kelompok masing-masing, tetapi mana kala kita sudah bicara tentang bangsa dan negara, kita harus sepakati kepentingan nasional yang vital, saya meyakini kepentingan nasional vital kita tentunya harus kita sepakati adalah kemerdekaan dan keutuhan NKRI,” tegas Prabowo.

5. Ancam Copot Menteri Tak Patuh

Presiden Prabowo Subianto menegaskan siap mempertaruhkan kepemimpinannya demi program andalannya, yaitu makan bergizi gratis bagi anak-anak dan ibu hamil. Dia mempersilakan menteri-menteri yang tidak mendukung program andalannya tersebut, keluar dari kabinet yang dipimpinnya.

“Saya pertaruhkan, saya pertaruhkan kepemimpinan saya. Bagi saya makan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil ini adalah strategik. Yang tidak mendukung hal ini silakan keluar dari pemerintah yang saya pimpin,” kata Prabowo.

Prabowo meminta Kepala Badan Gizi Nasional dan kementerian/lembaga segera menjalankan program makan bergizi untuk anak-anak dan ibu hamil.

Lebih lanjut, dia meminta menteri-menterinya mengutamakan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat. Prabowo bahkan meminta para menteri lebih berani dan tak ragu untuk mengganti pejabat-pejabat di kementeriannya yang tak maksimal bekerja.

“Ini saya minta menteri-menteri sekarang, mari kita lebih berani, tidak ragu-ragu untuk memberi pelayanan terbaik untuk rakyat kita. Kalau Anda tidak puas dengan pejabat-pejabat di bawah Anda, laporkan, kita segera ganti,” kata Prabowo.

6. Kurangi Dinas ke Luar Negeri dan Studi Banding

Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menteri Kabinet Merah Putih untuk mengurangi kegiatan-kegiatan seremonial, seminar, hingga perjalanan luar negeri.

Dia menilai, akan lebih baik apabila anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya minta detail kegiatan-kegiatan yang terlalu seremonial, terlalu banyak seminar, terlalu banyak sarasehan, terlalu banyak konferensi, terlalu banyak perjalanan luar negeri, mohon dikurangi,” ujar Prabowo.

Dia meminta agar para menteri efisien dalam menggunakan anggaran. Dia juga menyoroti adanya studi banding ke negara lain untuk belajar pramuka.

“Jangan mengada-ada. Studi banding, belajar pramuka ke negara lain. Saya minta efisien,” kata Prabowo.

7. Jangan Bangga Jadi Anggota G-20

Prabowo mengingatkan menterinya jangan berbangga diri lantaran Indonesia menjadi anggota G20 karena rakyat di Tanah Air masih banyak yang miskin dan lapar.

Menurutnya, cara untuk mengentaskan kemiskinan dan kelaparan adalah peningkatan kualitas manusia. Prabowo berkomitmen dengan meningkatkan anggaran pendidikan di 2025 sebesar 25 persen dari APBN.

“Mencerdaskan kehidupan bangsa mutlak, pendidikan bagi kita adalah prioritas yang sangat tinggi. Saya kira ini terlihat komitmen kita terhadap pendidikan,” terangnya.

Selain itu, Prabowo juga mengingatkan peran Indonesia di dunia. Dia menegaskan, Indonesia akan terus membela negara-negara yang kemerdekaannya direnggut dan masih terjajah.

“Kita juga hadir dalam pergelokan ataupun interaksi dunia, di mana kita harus selesai membela kemerdekaan bangsa-bangsa. Dan karena itu, mau tidak mau, Indonesia harus kuat,” tutupnya.

8. Jangan Persulit Birokrasi

Presiden Prabowo Subianto menyinggung soal birokrasi di Indonesia yang sangat berbelit. Hal itu berhubungan dengan arahan Prabowo kepada Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BPPK) di sidang kabinet perdana ini.

“Mari kita jujur mengakui bahwa birokrasi kita sangat terkenal ribetnya, sangat terkenal lambatnya, bahkan ada pembicaraan oleh rakyat kita bahwa birokrasi pemerintah kita sering mempersulit bukan mempermudah,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga mengungkit persepsi rakyat soal birokrasi yang melahirkan istilah “jika bisa dipersulit mengapa harus dipermudah”. Untuk mengatasi itu, para pejabat negara diharapkan bertindak secara tegas—bila perlu yang mempersulit dicopot.

“Bahkan ada yang mengatakan, ‘kalau bisa dibikin sulit kenapa dibikin mudah’. Ini saya minta kepada menteri mari kita lebih berani, mari kita lebih tidak ragu-ragu untuk memberi pelayanan yang terbaik kepada rakyat kita. Jangan ragu-ragu, kalau Saudara tidak puas dengan pejabat-pejabat di bawah Anda, segera laporkan,” katanya.*

Pos terkait