Waspadai ‘Karoshi’, Fenomena Bekerja Keras hingga Ajal Menjemput

Ilustrasi pekerja keras.Foto:Canva
Karier di perusahaan sedang berada di puncak. Semua fasilitas mulai rumah, kendaraan, dari perusahaan tersedia sangat mewah. Tidak heran bila semangat dalam bekerja begitu tinggi. Namun hati-hati bila bekerja terlalu keras. Kelebihan dalam bekerja bisa menyebabkan kematian.

Orang Jepang menyebutnya Karoshi.  Pertama kali terjadi pada tahun 1969. Karoshi terjadi pada pria berusia 29 tahun yang pada saat itu bekerja di departemen pengiriman surat kabar di Jepang. Ketika di kantor, ia mendadak terserang stroke dan dinyatakan meninggal karena terlalu berlebihan bekerja.

Laman chubb.com menyebut, sejak kejadian tersebut, fenomena karoshi terus terjadi di Jepang karena para pegawai takut dipecat apabila bekerja  tidak maksimal. Mereka juga berharap bisa segera naik pangkat atau naik gaji dengan menunjukkan hasil kerja yang maksimal di hadapan atasan mereka. Sayangnya, kerja yang berlebihan ini terkadang membuat para pekerja di Jepang jatuh sakit. Sakit inilah yang kemudian dikenal sebagai penyebab paling banyak dari fenomena karoshi.

The Guardian pernah membuat melaporkan kematian Miwa Sado, yang bekerja di kantor pusat penyiar di Tokyo. Dia mencatat 159 jam lembur dan hanya mengambil cuti dua hari di bulan menjelang kematiannya karena gagal jantung pada Juli 2013.

Bacaan Lainnya

Sebuah kantor standar tenaga kerja di Tokyo mengaitkan kematiannya dengan karoshi (kematian karena terlalu banyak bekerja). Matsuri Takashi berusia 24 tahun ketika bunuh diri pada April 2015.

Pejabat standar tenaga kerja memutuskan bahwa kematiannya disebabkan oleh stres yang disebabkan oleh jam kerja yang panjang. Takahashi telah bekerja lembur lebih dari 100 jam di bulan-bulan sebelum kematiannya. Beberapa minggu sebelum dia meninggal pada Hari Natal 2015, dia memposting di media sosial: “Saya ingin mati.” Pesan lain berbunyi: “Saya hancur secara fisik dan mental.”

Pos terkait