Jumlah calon penerima gelar berkembang dari 10 usulan baru Kemensos. Margono masuk usulan, sedangkan pengajuan wartawan Udin masih memerlukan kelengkapan.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah memilih 18 tokoh untuk menerima gelar pahlawan nasional. Nama-namanya direncanakan diumumkan pada 10 November 2026.
Keterangan pada Jumat, 6 November 2026, itu menjadi perkembangan setelah Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut telah mengirimkan 10 usulan baru kepada Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.
“Tahun ini karena memang yang memenuhi syarat itu juga cukup banyak dan banyak yang sudah diusulkan bertahun-tahun,” kata Fadli, seperti dilaporkan detikNews.
Menurut Fadli, sejumlah tokoh telah diajukan berulang kali. Ia belum membuka daftar lengkap penerima gelar dan meminta publik menunggu pengumuman resmi.
Margono Masuk Usulan, Udin Masih Dilengkapi
Saifullah sebelumnya membenarkan nama Raden Mas Margono Djojohadikusumo masuk usulan yang diteruskan kepada Dewan Gelar. Pendiri Bank Negara Indonesia itu merupakan kakek Presiden Prabowo.
Namun, masuk dalam usulan perlu dibedakan dari kepastian menerima gelar. Ketika ditanya mengenai Margono pada Jumat, Fadli meminta publik menunggu hasil resmi.
Sementara itu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia mengusulkan wartawan Bernas, Fuad Muhammad Syafruddin atau Udin, sebagai pahlawan nasional. Pengajuan disampaikan kepada Kemensos pada 3 November.
Saifullah mengatakan pengusulan Udin masih membutuhkan kelengkapan. Karena itu, belum ada kepastian Udin termasuk dalam daftar penerima gelar tahun ini.
IJTI mengajukan Udin sebagai simbol perjuangan kebebasan pers. Organisasi tersebut juga berharap pengusutan kematiannya dapat kembali dilakukan apabila ditemukan bukti yang kuat.
Rekomendasi Telah Dibahas di Istana
Prabowo menerima Fadli di Istana Merdeka pada Rabu, 4 November 2026, untuk membahas rekomendasi pemberian gelar pahlawan nasional.
Menurut keterangan Sekretariat Kabinet, usulan melewati penelitian berjenjang dari daerah, pengkajian di Kemensos, hingga pembahasan Dewan Gelar sebelum direkomendasikan kepada Presiden.
Pengumuman pada Hari Pahlawan akan memperjelas siapa saja dari berbagai usulan tersebut yang akhirnya ditetapkan menerima gelar. ***





