Sering Pusing dan Kelelahan? Bisa Jadi Itu Gejala Dehidrasi yang Sering Diabaikan

Dehidrasi
Ilustrasi dehidrasi. - Pixabay

Dehidrasi merupakan kondisi ketika tubuh kehilangan cairan lebih banyak daripada yang diterima, sehingga memicu ketidakseimbangan kadar air yang membahayakan fungsi tubuh. Kondisi ini dapat dialami oleh siapa saja, mulai dari bayi, anak-anak, orang dewasa, hingga lansia.

Variasi gejala dehidrasi yang kerap tidak disadari membuat banyak orang mengabaikannya. Padahal, kurangnya cairan tubuh dalam jangka panjang dapat memicu berbagai komplikasi serius, seperti gangguan fungsi ginjal, peningkatan risiko batu ginjal, hingga kerusakan otot.

4 Gejala Umum Dehidrasi

Berdasarkan tingkat keparahannya, berikut adalah empat gejala utama yang perlu diwaspadai:

  • Merasa pusing akibat penurunan volume darah dan tekanan darah.

  • Kelelahan atau kurang energi karena sel-sel tubuh kekurangan pasokan cairan yang optimal.

  • Buang air kecil dengan intensitas jarang, menandakan cadangan air dalam tubuh menipis.

  • Mulut, bibir, dan mata terasa kering.

Tips Pemenuhan Cairan dan Pencegahan

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesadaran dalam mencukupi kebutuhan cairan harian guna mencegah risiko dehidrasi.

Bagi orang dewasa, konsumsi air putih yang disarankan adalah sekitar 2 liter per hari. Selain dari air minum, sekitar 20% asupan cairan tubuh juga dapat diperoleh melalui konsumsi makanan kaya air, seperti buah dan sayur (misalnya bayam dan semangka yang memiliki kandungan air hingga 90%).

Imbauan Kesehatan

Masyarakat senantiasa diingatkan untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari.

Apabila mengalami gejala yang mengarah pada dehidrasi, masyarakat diimbau untuk segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Tujuannya agar cepat mendapat penanganan yang  tepat dari tenaga medis.***

Tinggalkan Balasan