Kemendikdasmen Rilis Buku Amerta Edukasi Murid Jaga Kelestarian Air

Buku Amerta
Bedah buku 'Amerta'. (Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah)

Kemendikdasmen menerbitkan buku Amerta karya Tama Kunkun untuk menanamkan pemahaman sains dan perilaku hemat air kepada murid sekolah melalui narasi fiksi.

Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menerbitkan buku bacaan anak berjudul Amerta karya penulis Tama Kunkun di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026. Buku ini dihadirkan guna menumbuhkan kepedulian murid terhadap konservasi air.

Melalui perpaduan cerita fiksi dan sains dasar, karya literasi ini mengajak anak-anak mengenal sifat, manfaat, hingga mitigasi pencemaran air secara kontekstual dengan kehidupan sehari-hari.

Personifikasi Karakter Air Kehidupan

Penulis buku Amerta, Tama Kunkun, menjelaskan nama Amerta diserap dari bahasa Sanskerta yang bermakna air kehidupan. Cerita dikemas melalui sudut pandang tokoh personifikasi air agar mudah dipahami pembaca cilik tanpa kesan menggurui.

Bacaan Lainnya

“Kita menempatkan tokoh karakter yang biasanya anak-anak suka, seakan-akan dia yang membawakan ceritanya, agar adik-adik tergugah untuk tidak boros dan tidak mencemari air,” kata Tama.

Hasil Kurasi Naskah Berjenjang

Kepala Pusat Perbukuan Kemendikdasmen, Supriyatno, memaparkan Amerta lahir dari program kurasi naskah perbukuan nasional tahun 2024 yang diseleksi ketat dan mendapat bimbingan intensif para maestro penulis.

“Buku-buku yang kami hasilkan lewat program kurasi tentunya disesuaikan dengan tema prioritas kementerian untuk mengembangkan kemampuan membaca anak,” ujar Supriyatno dalam diskusi bedah buku di Jakarta.

Inisiatif penerbitan bacaan bermutu ini diharapkan menjadi sarana efektif bagi para pendidik untuk membentuk karakter generasi muda yang bijak menjaga sumber daya air sejak dini. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan