Delegasi FIFA dan PSSI meninjau langsung sistem pembinaan Persebaya Future Lab di Stadion Gelora Bung Tomo guna memperkuat fondasi talenta muda sepak bola nasional.
Pembinaan usia dini menjadi kunci utama regenerasi sepak bola nasional. Komitmen ini membawa delegasi FIFA dan PSSI turun langsung meninjau fasilitas Persebaya Future Lab di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu, 28 Oktober 2026.
Kunjungan kerja gabungan tersebut bertujuan mempelajari tata kelola akademi, kompetisi internal klub amatir, hingga pembinaan berjenjang dari level akar rumput yang selama ini digerakkan oleh Persebaya Surabaya.
Penguatan Ekosistem dari Lapangan
Pertemuan dihadiri Technical Lead FIFA Global Football Development Division Jamie Houchen, Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers, Kepala Persebaya Future Lab Ganesha Putera, serta Direktur Amatir Persebaya Saleh Hanifah.
Perhatian khusus tertuju pada konsistensi Liga Persebaya yang mewadahi kompetisi terstruktur antarklub internal. Ajang ini dinilai krusial memberi menit bermain kompetitif bagi pesepak bola belia.
Jamie Houchen menegaskan pengamatan langsung ke daerah menjadi pijakan penting bagi federasi sepak bola dunia untuk merumuskan cetak biru pengembangan bakat yang relevan bagi Indonesia.
“Kunjungan ini bertujuan memahami lebih jauh kondisi sepak bola di seluruh Indonesia, mulai dari klub amatir hingga profesional,” kata Jamie saat berdiskusi di Surabaya.
Ruang Evaluasi dan Masa Depan
Jamie berharap pemetaan lapangan ini mempercepat terwujudnya struktur pembinaan yang kuat hingga tingkat provinsi, sejalan dengan skema pengembangan talenta global FIFA.
Direktur Akademi Persebaya Future Lab, Janu Ramadanis, menyambut positif dialog teknis ini sebagai pemacu semangat klub dalam menyempurnakan kurikulum pelatihan talenta muda.
“Ini kehormatan bagi Persebaya Future Lab untuk berbagi pengalaman dengan FIFA dan PSSI. Kami akan terus berbenah membina bibit muda agar mampu melangkah ke level tertinggi,” ujar Janu. ***





