Luncurkan Empat Produk Skincare Inovatif, Unair Perkuat Hilirisasi Riset

Produk Skincare Unair
Unair merilis empat produk perawatan kulit (skincare) inovatif. - Humas Unair

Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan empat produk skincare hasil riset Fakultas Farmasi, mulai serum anti-aging hingga sunscreen. Unair menargetkan 10 produk inovasi tahun ini.

Universitas Airlangga (Unair) meluncurkan empat produk perawatan kulit (skincare) hasil riset Fakultas Farmasi (FF) Unair. Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Unair mendorong hilirisasi riset kampus menjadi produk yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kegiatan tersebut diresmikan Rektor Unair Prof Dr Madyan SE MSi MFin, bersama Dekan FF Unair Prof apt Dewi Melani Hariyadi SSi MPhil PhD, dan inventor produk, Prof Dr apt Tristiana Erawati Munandar MSi.

Madyan mengatakan, paradigma penelitian di perguruan tinggi perlu diarahkan tidak hanya pada publikasi ilmiah, tetapi juga menghasilkan produk nyata yang memiliki nilai komersial. Ia menyebut Unair mampu menghasilkan sekitar 3.200 publikasi ilmiah setiap tahun. Menurutnya, jumlah tersebut menunjukkan besarnya potensi riset terapan untuk dikembangkan menjadi produk inovasi.

“Riset yang kita lakukan harus mengarah pada hasil konkret berupa produk yang dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Tahun ini kita menargetkan sekitar 10 produk inovasi diluncurkan demi mengokohkan posisi Unair sebagai world-class entrepreneurial university,” tegas Madyan, dikutip Selasa (22/9/2026).

Bacaan Lainnya

Madyan menambahkan, pengembangan produk tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan mitra industri untuk mendukung proses hilirisasi hasil riset perguruan tinggi.

“Kerja sama perguruan tinggi dan industri sangat penting untuk mendukung hilirisasi. Seluruh produk yang diluncurkan ini telah mencapai Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TRL) 9, teruji klinis, serta mengantongi izin BPOM dan sertifikasi halal sehingga siap didistribusikan secara luas,” imbuhnya.

Empat Produk Skincare Berbasis Riset

Inventor produk dari FF Unair, Prof Dr apt Tristiana Erawati Munandar, mengatakan empat produk tersebut dikembangkan di bawah naungan Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi Skin and Cosmetic Technology (PUI-PT SCT).

Keempat produk tersebut terdiri atas NLC Astrabright Advanced Anti-Aging Serum, Sains4Skin Ultra Hydrating Body Soap, Sains4Skin Astrabright Facial Wash, dan Sains4Skin Q10 Radiant Sun Shield.

“Kami meluncurkan empat varian produk skincare yang teruji klinis untuk merawat kulit masyarakat. Rangkaian ini kami kembangkan berbasis riset agar manfaat proteksi dan perawatan kulit yang dihasilkan dapat bekerja secara maksimal,” jelas Erawati.

Ia menerangkan, inovasi tersebut memanfaatkan teknologi sistem nano berbasis lipid atau Nanostructured Lipid Carriers (NLC), serta antioksidan Coenzyme Q10.

Menurut Erawati, sejumlah bahan aktif antioksidan memiliki keterbatasan dalam menembus lapisan kulit. Karena itu, sistem NLC dikembangkan untuk membantu mengoptimalkan penetrasi bahan aktif.

“Riset ini sudah kami kembangkan secara intensif sejak tahun 2013. Penggunaan sistem NLC memungkinkan bahan aktif meresap lebih baik untuk mencerahkan kulit dan menangkap radikal bebas. Produk ini juga kami lengkapi pelembap tambahan sehingga sangat aman dan cocok untuk semua jenis kulit,” tandas Erawati.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan