Memasuki hari keempat, tim SAR gabungan mengerahkan belasan armada untuk menyisir empat sektor perairan dan memantau pesisir vulkanik demi mencari rombongan pewarta.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten Al Amrad mengatakan, tim gabungan memperluas area penyisiran lima jurnalis yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau. Memasuki hari keempat operasi pada Jumat, 11 September 2026, sebanyak 13 armada laut dikerahkan.
“Untuk hari ini, kami menggerakkan 13 alutsista yang terbagi dalam empat sektor,” kata Amrad di Pos SAR Marina Carita, Pandeglang, Banten, Jumat.
Kelima pewarta yang hilang sejak Senin, 7 September 2026, menumpangi kapal cepat saat hendak meliput erupsi. Mereka adalah Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari merdeka.com, Donal Husni, Yudhistira dari iNews, dan Daus dari Anadolu.
Profil dan Kendala di Pulau Sertung
Selain menyisir area laut, regu penyelamat turut menelusuri gugusan daratan terdekat, termasuk Pulau Panjang dan Pulau Sertung. Pulau Sertung menjadi perhatian khusus karena masuk radius bahaya tiga kilometer dari pusat vulkanik Anak Krakatau.
Ihwal wilayah tersebut, Pulau Sertung merupakan kawasan tak berpenghuni yang terbentuk dari letusan dahsyat Krakatau pada 1883. Daratan terisolasi ini dijaga ketat untuk observasi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta lembaga vulkanologi.
Pemantauan di Pulau Sertung sejauh ini baru mengandalkan pengamatan visual dari jarak aman. Upaya penyisiran dari udara menggunakan pesawat nirawak dari Kapal Negara (KN) SAR Tetuka juga belum membuahkan hasil.
“Rekan-rekan yang menggunakan pesawat nirawak mencoba hal tersebut dan hasilnya tidak bisa karena kabut asap sangat tebal,” ucap Amrad.
Klarifikasi Temuan Rompi Pelampung
Sebelumnya, tim SAR menemukan sebuah rompi pelampung berwarna oranye dan satu pelampung putih di perairan Selat Sunda. Namun, petugas memastikan barang temuan tersebut tidak berasal dari kapal Aru Padatu 1 yang ditumpangi rombongan jurnalis.
Kepala Kepolisian Daerah Banten Inspektur Jenderal Hengky mengatakan, kesimpulan ini didapat usai polisi meminta keterangan Sandi selaku pemilik kapal. Petugas juga telah menganalisis rekaman video sebelum keberangkatan rombongan.
Rekaman tersebut menunjukkan para jurnalis tidak mengenakan rompi pelampung berwarna oranye seperti yang ditemukan di laut. Hengky memastikan tim SAR terus memantau tempat kejadian perkara yang telah dibagi ke dalam beberapa sektor.
“Artinya temuan tersebut tidak sama dengan yang digunakan oleh kapal Aru Padatu 1 maupun Aru Padatu II. Tidak sama karena ada videonya dengan hasil temuan yang ada,” kata Hengky.
Tenggat Evaluasi Pencarian
Selain itu, operasi yang melibatkan ratusan personel gabungan ini dijadwalkan berlangsung optimal selama sepekan penuh. Institusi terkait baru akan mengambil langkah lanjutan setelah operasi tujuh hari rampung.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memastikan akan terus menyiagakan petugas dan mengumpulkan seluruh unsur teknis pada hari terakhir pencarian.
“Operasi ini akan dilaksanakan berturut-turut selama tujuh hari. Nanti pada saat hari ketujuh, kita akan lakukan rapat evaluasi yang melibatkan semuanya,” kata Syafii.***





