Korupsi Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Masyhur

Persidangan kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan yang digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (10/9/2026). Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan relevansi foto pertemuan Direktur Utama PT Makassar Toraja atau Maktour, Fuad Hasan Masyhur dengan Presiden Prabowo Subianto (tampak di layar). Foto tersebut tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Ario Bimo Nandito Ariotedjo alias Dito Ariotedjo. (Istimewa)

Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan relevansi foto pertemuan mertua Dito Ariotedjo, Fuad Hasan Masyhur, dengan Prabowo Subianto di sidang korupsi haji.

​Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mempertanyakan relevansi foto pertemuan bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur, dengan Presiden Prabowo Subianto. Hal ini disampaikannya dalam sidang kasus dugaan korupsi kuota haji di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis, 10 September 2026.

​Yaqut mencecar mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Dito) yang dihadirkan sebagai saksi. Foto pertemuan di Paris tersebut rupanya turut tercantum dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Dito.

​”Kira-kira apa relevansi foto ini, pertemuan di Paris antara Pak Fuad dan Pak Prabowo Subianto dengan dugaan tindak pidana korupsi kuota haji?” tanya Yaqut dalam persidangan tersebut.

Bacaan Lainnya

​Ihwal pertanyaan tersebut, Dito mengaku bingung saat penyidik menanyakan bukti foto itu. Ia menilai dokumentasi itu tidak memiliki korelasi dengan perkara korupsi kuota haji, terlebih saat itu Prabowo belum dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia.

​”Jujur, saya pas diberikan penyidik foto ini juga agak bingung karena tampaknya tidak ada korelasinya. Kalau tidak salah, ini foto diambil dari barang bukti elektronik saya,” jawab Dito.

​Pertemuan di Sela Olimpiade

​Selain mempertanyakan relevansi, Yaqut turut mengonfirmasi kehadiran Dito secara langsung dalam pertemuan sekitar Agustus 2024 tersebut. Dito membenarkan dirinya hadir bersama mertuanya, Fuad Hasan, serta Prabowo yang saat itu menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada acara Olimpiade Paris.

​Sebelumnya, Yaqut didakwa merugikan keuangan negara hingga mencapai Rp622,09 miliar terkait kuota haji Indonesia 2023-2024. Dalam pusaran dugaan rasuah tersebut, ia disebut turut diperkaya sebesar USD271.500 atau setara Rp4,83 miliar.

​Perbuatan pidana ini didakwa dilakukan bersama mantan Staf Khusus Menteri Agama Ishfah Abidal Aziz, Direktur Operasional Maktour Ismail Adham, serta eks Ketua Umum Kesatuan Tour Travel Haji Umrah RI Asrul Aziz Taba. Adapun Fuad Hasan Masyhur hingga kini masih berstatus sebagai saksi.

​Di ruang sidang, Yaqut memastikan kembali kemungkinan adanya lobi-lobi khusus atau perbincangan di luar kapasitas pertemuan elite tersebut.

​”Yang jelas ada pertemuan antara saudara saksi, Pak Fuad Masyhur, dan Pak Prabowo Subianto. Tidak ada pembicaraan terkait haji?” tanya Yaqut.

​”Tidak ada,” jawab Dito.***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan