Juara Surabaya Kite Festival Dibiayai Berlaga di India

Surabaya Kite Festival 2026
Surabaya Kite Festival 2026. (Dinkominfo Surabaya)

Festival ini diikuti 100 peserta dari 38 komunitas layang-layang. Jumlah pengunjung menembus lebih dari 5.000 orang, melampaui target awal 3.000.

Pemenang utama Surabaya Kite Festival 2026 mendapatkan kesempatan mengikuti festival layang-layang di India dengan biaya ditanggung Konsulat Jenderal India.

Kesempatan tersebut menjadi hadiah tambahan dalam festival yang digelar di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City, Surabaya, pada Sabtu–Minggu, 29–30 Agustus 2026.

“Selain mendapatkan hadiah, pemenang akan memperoleh kesempatan dibiayai Konsulat Jenderal India untuk berlaga di festival terbesar,” kata Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, Senin, 31 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

Festival layang-layang di India tersebut dijadwalkan berlangsung pada periode Januari–Februari mendatang.

Diikuti 100 Peserta dari 38 Komunitas

Surabaya Kite Festival 2026 mengusung tema “Budaya dan Kuliner”. Sebanyak 100 peserta dari 38 kelompok komunitas layang-layang mengikuti festival tersebut.

Peserta berasal dari sejumlah daerah di Indonesia dan negara lain, termasuk Malaysia, Swedia, dan Jepang. Adapun perwakilan Denmark dan India disebut telah menyampaikan komitmen untuk berpartisipasi pada penyelenggaraan tahun depan.

Festival tersebut sebelumnya sempat vakum sebelum kembali masuk dalam agenda tahunan Kota Surabaya.

Hadiah Tahun Depan Ditargetkan Rp100 Juta

Total hadiah pada penyelenggaraan 2026 mencapai sekitar Rp52 juta. Pemkot Surabaya berencana meningkatkan jumlah tersebut menjadi Rp100 juta pada tahun depan.

Eri mengatakan penyelenggaraan berikutnya juga akan menyesuaikan waktu dengan kondisi angin terbaik dan meningkatkan kenyamanan lokasi festival.

“Tahun depan kami menargetkan total hadiah mencapai Rp100 juta. Penyelenggaraannya akan disesuaikan dengan kondisi angin terbaik,” ujarnya.

Punakawan Menjadi Daya Tarik

Penilaian kompetisi dilakukan melalui dua tahap. Juri terlebih dahulu menilai desain dan kesesuaian layang-layang dengan tema saat berada di darat.

Tahap berikutnya menilai keseimbangan dan kemampuan layang-layang ketika bermanuver di udara.

Sejumlah layang-layang berbentuk tokoh Punakawan, seperti Semar dan Petruk, menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung dan peserta mancanegara.

“Punakawan merupakan ciri khas Indonesia yang disukai di tingkat dunia. Tokoh seperti Semar dan Petruk unik dan tidak dimiliki negara lain,” kata Eri.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Surabaya Herry Purwadi mengatakan penjurian melibatkan perwakilan Museum Layang-Layang Jakarta, Persatuan Layang-Layang Jawa Timur, dan Persatuan Pelayang Nasional.

Pengunjung Tembus 5.000 Orang

Pemkot Surabaya awalnya menargetkan sekitar 3.000 pengunjung selama dua hari penyelenggaraan. Namun, jumlah pengunjung tercatat melampaui 5.000 orang.

“Sejak hari pertama hingga hari kedua, jumlah pengunjung sudah menembus lebih dari 5.000 orang,” ujar Herry.

Selain kompetisi dan atraksi layang-layang, penyelenggara melibatkan 20 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di sekitar lokasi festival. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan