Persebaya Catat Kerugian Rp20 Miliar dalam Sembilan Tahun

Persebaya
CEO Persebaya Azrul Ananda. (Persebaya)

Kerugian berasal dari denda, hilangnya pendapatan akibat laga tanpa penonton dan pertandingan usiran, serta biaya perbaikan stadion dan Persebaya Store.

Persebaya Surabaya memperkirakan kerugian finansial akibat berbagai pelanggaran dan kerusakan dalam sembilan tahun terakhir mencapai sekitar Rp20 miliar.

CEO Persebaya Azrul Ananda mengatakan angka tersebut mencakup pembayaran denda, hilangnya pendapatan karena pertandingan tanpa penonton atau laga usiran, serta biaya memperbaiki kerusakan stadion dan Persebaya Store.

Angka itu disampaikan dalam acara Launching Synergy Persebaya di halaman Balai Kota Surabaya, Sabtu malam, 29 Agustus 2026.

Bacaan Lainnya

“Bonek adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Persebaya. Karena itu, yang ingin kami bangun bukan sekadar hubungan antara klub dan suporter, tetapi bagaimana bersama-sama memperbanyak kebaikan dan menghilangkan hal-hal yang merugikan Persebaya dan Surabaya,” kata Azrul.

Satu Pelanggaran Flare Bisa Didenda Rp50 Juta

Persebaya menyoroti penggunaan suar atau flare di stadion sebagai salah satu pelanggaran yang dapat berujung sanksi. Menurut manajemen, nilai denda paling ringan untuk pelanggaran tersebut bisa mencapai sekitar Rp50 juta.

Klub membandingkan nilai denda itu dengan biaya operasional Bonek Panti, komunitas yang mengelola panti asuhan. Dengan kebutuhan sekitar Rp13 juta per bulan, uang Rp50 juta dapat membiayai operasional panti selama hampir empat bulan.

Persebaya menyatakan dana yang digunakan membayar sanksi seharusnya dapat dialihkan untuk kegiatan sosial, pembinaan pemain, ataupun program lain yang memberi manfaat kepada masyarakat.

Pendapatan Tiket Hanya Menutup 15 Persen Biaya Tim

Menurut Persebaya, pemasukan dari tiket rata-rata hanya mampu menutup sekitar 15 persen dari seluruh biaya operasional tim selama satu musim.

Karena itu, pertandingan tanpa penonton dan laga usiran tidak hanya menghilangkan pemasukan pada hari pertandingan. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi kemampuan klub membiayai pembinaan, operasional tim, dan pengembangan program lainnya.

Manajemen mengajak Bonek tetap memberikan dukungan di tribun tanpa melakukan tindakan yang dapat memicu denda ataupun merusak fasilitas.

Ajak Bonek Menjaga Keberlanjutan Klub

Persebaya memperkenalkan skuad untuk Super League 2026/2027 dalam acara tersebut. Klub sekaligus menyerukan penguatan kerja sama antara pemain, pelatih, suporter, sponsor, dan Pemerintah Kota Surabaya.

Azrul mengatakan energi besar Bonek merupakan kekuatan penting bagi Persebaya. Namun, dukungan itu perlu dibarengi dengan kesadaran bahwa setiap pelanggaran di stadion memiliki konsekuensi finansial bagi klub.

Persebaya berharap hubungan klub dan Bonek dapat bergerak ke arah yang lebih positif sehingga dukungan suporter tidak hanya menguatkan tim di lapangan, tetapi juga menjaga keberlanjutan klub. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan