SURABAYA | SAMUDRA FAKTA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan strategi pentahelix dalam upaya menuntaskan berbagai persoalan di Kota Pahlawan. Salah satu pola itu diterapkan dengan melibatkan stakeholder melalui program orang tua asuh dalam upaya percepatan eliminasi balita stunting.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani itu mengaku bersyukur, karena semua pihak ikut ambil bagian dalam menuntaskan permasalahan di Kota Pahlawan. Hal ini salah satunya ditunjukan oleh PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) yang telah menjadi bagian dalam program eliminasi balita stunting di wilayah Kecamatan Krembangan.
“Saya ingin ini menjadi contoh bagi kecamatan lainnya. Jadi, setiap sebulan itu yang menjadi orang tua asuh bisa mengadakan acara untuk melihat apa yang sudah diberikan itu bermanfaat mengubah atau tidak,” kata Wali Kota Eri Cahyadi, dikutip Rabu, 6 September 2023.
Melalui pola seperti ini, Wali Kota Eri berharap, donasi bantuan atau program yang telah diberikan stakeholder itu bisa diketahui bersama progres kemanfaatannya. Karenanya, jangan sampai Pemkot Surabaya menerima bantuan namun tidak pernah melaporkan hasilnya.
“Karena nanti Insyaallah di akhir tahun akan saya munculkan, misal orang tua asuh balita stunting dari Terminal Petikemas Surabaya itu berapa anak, kemudian yang lulus berapa. Jadi itu akan saya munculkan,” ungkap dia.
Menurut dia, informasi ini harus diketahui oleh publik, khususnya masyarakat Kota Surabaya. Bagaimana Pemkot Surabaya dalam menuntaskan permasalahan itu tidak bekerja secara sendiri. Namun juga melibatkan berbagai pihak seperti dalam percepatan eliminasi balita stunting.





