Pengasuh Pesantren API Tegalrejo menyatakan kesiapannya menjadi Ketua Umum PBNU. Ia didukung puluhan pengurus cabang untuk mengatasi krisis internal organisasi.
Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama pada Muktamar Ke-35. Ia bertekad mengembalikan marwah kepemimpinan organisasi Islam tersebut.
“Kita hanya berpikir bagaimana mengembalikan lagi marwah NU yang belakangan ini agak terseok-seok dengan konflik-konflik itu, agar bisa kompak, solid, bareng-bareng membangun NU,” kata Gus Yusuf kepada awak media, Jumat (17/7/2026).
Gus Yusuf bukanlah tokoh baru di lingkungan Nahdliyin. Pria asal Magelang ini dikenal luas sebagai pendakwah kultural sekaligus Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah. Sebagai alumnus Pesantren Lirboyo, kiprah dan jejaringnya mengakar kuat di kalangan kiai dan santri akar rumput.
Tantangan PBNU dan Dorongan Kiai
Ihwal pencalonannya, Gus Yusuf menilai tantangan NU pada abad kedua jauh lebih kompleks. PBNU dituntut menghadirkan solusi nyata bagi warga Nahdliyin, mulai dari transformasi pendidikan, layanan kesehatan, hingga penguatan ekonomi umat.
Ia menyebut saat ini sedang terjadi krisis kepercayaan terhadap kepengurusan pusat. “Saya lebih berpikir untuk kembali membangun PBNU agar bisa menjadi penggerak,” ujar Gus Yusuf.
Nama Gus Yusuf mengemuka seiring tingginya dinamika internal PBNU dalam setahun terakhir. Situasi ini mendorong pertemuan para masyayikh dan pengurus cabang di sejumlah pesantren besar, seperti Ploso, Tebuireng, dan Lirboyo.
Dari pertemuan itu, NU dinilai membutuhkan figur alternatif yang bersih dari perselisihan internal. “Dari situlah nama saya dimunculkan oleh rekan-rekan alumni Lirboyo dan didukung oleh PCNU di Jawa Tengah. Ada sekitar 23 PC yang meminta saya untuk maju,” tuturnya.
Bursa Calon dan Persiapan Muktamar
Selain itu, Sekretaris Jenderal PBNU sekaligus Ketua Panitia Muktamar Ke-35, Saifullah Yusuf, menegaskan seluruh kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri. Ia mengakui banyak nama mulai diperbincangkan ke publik menjelang acara yang dijadwalkan pada 27–31 Agustus 2026 di Jombang, Jawa Timur.
Pria yang akrab disapa Gus Ipul itu menyebut sejumlah tokoh yang santer terdengar dalam bursa calon ketua umum. Beberapa di antaranya adalah Kiai Zulfa Mustofa, Gus Salam Shohib, Gus Kikin, Prof. Nasaruddin Umar, hingga sang petahana Gus Yahya.
Panitia kini terus mematangkan persiapan penyelenggaraan muktamar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas. “Kita panitia sedang mempersiapkan, mudah-mudahan lancar, mohon doa restunya,” kata Gus Ipul. ***





