Proses pembuatan Kiswah Ka’bah melibatkan 150 perajin lokal yang menyusun 47 bagian sutra hitam. Kain dihiasi 30 ayat Al-Qur’an dengan sulaman benang perak berlapis emas 24 karat, total bobot 1.410 kilogram.
Di balik keindahan Kiswah yang menyelimuti Ka’bah, tersimpan proses panjang dan rumit pengerjaannya. Melansir Saudi Press Agency, Rabu (17/6/2026), sekitar 150 perajin lokal mendedikasikan waktu menyusun 47 bagian sutra hitam berkualitas tinggi.
Kepala Departemen Penjahitan Kiswah Ka’bah, Salah Al-Sulami, menjelaskan proses pembuatan dimulai dengan menyiapkan lapisan dalam katun putih untuk keempat sisi Ka’bah. Lapisan itu kemudian disatukan ke panel sutra bersulam yang menampilkan tulisan dan motif Islami.
Setiap panel sutra berukuran sekitar 14 meter kali satu meter. Panel-panel tersebut disambung dengan presisi menggunakan salah satu mesin jahit terbesar dan terpanjang di dunia yang dirancang khusus untuk Kiswah.
Mesin itu dilengkapi sistem kontrol berbasis laser canggih yang secara tepat mengarahkan jalur jarum dan benang, memastikan akurasi serta keselarasan luar biasa pada setiap sambungan.
Kombinasi Material Pilihan
Kiswah dihiasi 30 ayat Al-Qur’an yang disulam menggunakan benang perak berlapis emas 24 karat. Total bobot keseluruhan mencapai 1.410 kilogram.
Bahan utama yang digunakan adalah sutra hitam murni yang memberikan karakter khas pada tampilan luar Ka’bah. Untuk mempertegas motif dan kaligrafi, perajin menggunakan sutra hitam timbul. Bagian dalam dilapisi katun putih untuk struktur kokoh dan durabilitas jangka panjang.
Kombinasi material diperkaya sutra merah dan hijau, khususnya pada tirai pintu Ka’bah dan pelapis bagian dalam. Para perajin melakukan pemasangan dengan presisi tinggi, mulai dari hizam atau sabuk emas, elemen dekoratif samadiah, ornamen berbentuk lentera, hingga hiasan di sekitar mizab dan sudut-sudut Ka’bah.
Standar presisi dan konsistensi tinggi ini menjadikan setiap komponen Kiswah memenuhi kualitas terbaik yang sesuai dengan kemuliaan Baitullah.***


