Prosesi sakral penggantian Kiswah di Masjidil Haram berlangsung pada 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026). Kepala Bimbingan Ibadah Makkah sebut ini simbol pembaruan spiritual umat Islam.
Prosesi sakral penggantian Kiswah—kain sutra hitam penutup Ka’bah—berlangsung di Masjidil Haram pada 1 Muharram 1448 Hijriah, Senin (15/6/2026). Jutaan pasang mata tertuju pada episentrum semesta saat azan maghrib berkumandang menandai tahun baru Islam.
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah dan KBIHU Daerah Kerja Makkah, Erti Herlina, mengatakan pergantian Kiswah pada awal tahun Hijriah mengandung pesan mendalam bagi umat Islam. “Secara spiritual bisa membangkitkan semangat bagi para umat Islam, di mana 1 Muharram itu menjadi bulan pertama dalam kalender Hijriah,” katanya, dikutip Rabu (17/6/2026).
Menurut Erti, pergantian Kiswah tidak hanya menjaga kondisi fisik kain, tetapi juga menjadi simbol pembaruan yang relevan dengan datangnya tahun baru Islam. Setiap tahun, jutaan jemaah menyentuh Kiswah saat tawaf, sehingga penggantian diperlukan untuk menjaga kesucian, kebersihan, dan keindahan Baitullah.
“Bayangkan setiap orang memegang kain penutup Ka’bah itu, dan dalam satu tahun sudah berapa juta yang memegang. Sehingga ini diperlukan pembaharuan, diganti untuk tetap menjaga keindahan dari Baitullah,” ujarnya.
Kebijakan Baru Sejak 2022
Erti menjelaskan, pergantian Kiswah pada 1 Muharram merupakan kebijakan yang relatif baru. Sebelum 2022 atau 1444 Hijriah, Kiswah diganti setiap 9 Zulhijah, bertepatan dengan hari Arafah saat puncak ibadah haji.
“Sebelumnya pergantian Kiswah itu saya pernah mengalami di 2018, yaitu 9 Zulhijah atau malam Arafah. Raja Salman memutuskan menggantinya dari 9 Zulhijah menjadi 1 Muharram pada 2022 atau 1444 Hijriah,” jelasnya.
Evaluasi Diri di Awal Tahun
Lebih jauh, Erti menilai pergantian Kiswah menjadi pengingat bagi setiap Muslim untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas spiritual.
“Bahwa segala sesuatu yang menyelubungi atau yang terselubung dalam hati kita dan amal kita senantiasa terus kita koreksi dan perbaiki,” tuturnya.
Sebagaimana Kiswah lama dilepas dan diganti yang baru, umat Islam perlu meninggalkan kesalahan, kelalaian, serta kebiasaan buruk di masa lalu. “Mudah-mudahan di 1 Muharram ini menjadikan perjalanan rohani kita ke depan menjadi lebih baik,” tukas Erti.***


