Surabaya Jadi Percontohan Atasi Sampah Sungai

Surabaya Jadi Percontohan Nasional Program Indonesia–Norwegia
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya, M. Fikser. - Diskominfo Surabaya
Surabaya dipilih menjadi lokasi perdana program Indonesia–Norwegia untuk menekan sampah plastik sungai sebelum mencemari laut.

Pemerintah Kota Surabaya menjadi lokasi peluncuran perdana program Kemitraan untuk Mencegah Pencemaran Plastik Sungai, kerja sama Pemerintah Indonesia dan Norwegia untuk menekan sampah plastik sebelum bermuara ke laut.

Program yang didukung Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, UNDP, dan Tim Koordinasi Nasional Penanganan Sampah Laut itu menempatkan Surabaya sebagai daerah percontohan nasional.

Bacaan Lainnya

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya M. Fikser mengatakan program di Kali Tebu dan Kali Merutu mulai menunjukkan hasil. Setiap hari, rata-rata satu ton sampah plastik diangkat dari dua sungai tersebut.

“Setiap hari rata-rata satu ton sampah plastik berhasil diangkat dari kedua sungai tersebut melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai organisasi lingkungan,” kata Fikser, Sabtu (6/6/2026).

Ubah Perilaku Warga

Fikser menegaskan, program ini tidak hanya membersihkan sungai. Pemkot juga mendorong edukasi warga agar tidak lagi membuang sampah ke sungai dan mulai memilah sampah sejak dari rumah.

Sampah yang terkumpul dipilah, disortir, lalu dikemas untuk dijual kembali. Warga sekitar ikut dilibatkan sehingga sampah yang sebelumnya mencemari sungai mulai memberi nilai ekonomi baru.

Di Kali Tebu, perubahan mulai terlihat. Aliran sungai yang sebelumnya dipenuhi sampah kini tampak lebih bersih dan tertata. Kesadaran warga untuk menjaga lingkungan juga mulai tumbuh.

Tekan Sampah dari Hulu

Surabaya juga memperkuat pengurangan sampah dari hulu melalui Kampung Zero Waste dan Kampung Program Iklim. Fikser menyebut langkah itu sejalan dengan target Wali Kota Surabaya menurunkan sampah hingga 40 persen.

Saat ini, timbulan sampah Surabaya mencapai sekitar 1.800 ton per hari. Sekitar 200 ton dimanfaatkan kembali melalui TPS 3R dan pemulung. Sisanya dikirim ke tempat pemrosesan akhir.

Dari sekitar 1.600 ton sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir, 1.000 ton diolah melalui fasilitas gasifikasi menjadi energi listrik. Sekitar 600 ton lainnya masih berakhir di area landfill.

Pos terkait