Hari Kebersihan Menstruasi 2026 menyoroti jutaan remaja putri Indonesia yang masih kesulitan mengakses produk menstruasi, sanitasi layak, dan edukasi kesehatan reproduksi.
Menstruasi masih menjadi persoalan serius bagi jutaan remaja perempuan di Indonesia. Tidak hanya terkait kebersihan, tetapi juga menyangkut akses pendidikan, kesehatan reproduksi, hingga martabat perempuan. Bahkan, sebagian remaja putri di daerah dengan keterbatasan fasilitas sanitasi masih menggunakan kain bekas tanpa proses pembersihan yang memadai saat menstruasi.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko infeksi dan gangguan kesehatan reproduksi jangka panjang. Di sisi lain, keterbatasan akses terhadap informasi kesehatan menstruasi yang benar juga masih menjadi tantangan besar.
Data yang disampaikan dalam peringatan Hari Kebersihan Menstruasi 2026 (Menstrual Hygiene Day) menunjukkan sekitar 10 hingga 11,5 juta remaja perempuan Indonesia usia 10–14 tahun membutuhkan akses sanitasi yang layak dan edukasi kesehatan reproduksi yang memadai.
Tak hanya itu, satu dari empat anak perempuan di Indonesia mengalami menstruasi pertama tanpa memiliki pengetahuan yang cukup sebelumnya. Situasi ini menunjukkan masih rendahnya literasi kesehatan menstruasi di kalangan remaja.
Menstruasi Masih Jadi Penyebab Anak Perempuan Putus Sekolah
Keterbatasan akses terhadap produk menstruasi juga menjadi beban tersendiri bagi keluarga kurang mampu. Menurut data UNESCO yang dikutip dalam kegiatan tersebut, kesulitan memperoleh kebutuhan menstruasi menjadi salah satu faktor yang menyebabkan jutaan remaja perempuan di berbagai negara terhambat pendidikannya hingga berisiko putus sekolah.
Karena itu, Kimberly-Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation memperkuat program HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman) untuk meningkatkan kesadaran dan akses kesehatan menstruasi bagi perempuan Indonesia.
Head of Communications and Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, Febrina Herlambang, menegaskan peningkatan kesehatan menstruasi tidak cukup hanya dengan menyediakan produk sanitasi.
“Kami percaya bahwa kemitraan yang kuat dan komitmen bersama terhadap masyarakat merupakan kunci untuk menciptakan dampak yang berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan Project HOPE, kami bertujuan untuk memperluas akses terhadap edukasi kesehatan menstruasi dan kesehatan ibu,” ujarnya.
Menjangkau 220 Ribu Remaja Putri
Tahun ini program HER WAY mengusung tema “Dignity for Every Mother”, yang menekankan pentingnya dukungan terhadap perempuan sejak masa remaja hingga menjadi ibu.
Sebagai bagian dari pengembangan program, diluncurkan pula kampanye MENSTRU-WISE (Smart About Period, Wise About Health) yang bertujuan meningkatkan pemahaman remaja perempuan mengenai kesehatan menstruasi, kesehatan hormonal, dan kesehatan mental.
Senior Program Specialist Global Health Asia Region Project HOPE, Laura Brye, mengatakan edukasi yang lebih baik dan akses sanitasi yang memadai menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi perempuan.
“Kami yakin bahwa edukasi yang lebih baik, kemudahan akses terhadap fasilitas sanitasi, serta pemberdayaan masyarakat akan menciptakan lingkungan yang lebih inklusif dan suportif,” katanya.
Melalui program HER WAY, Kimberly-Clark Softex bersama mitra akan menjangkau 220.000 remaja perempuan melalui kampanye digital, edukasi berbasis sekolah, dan pelibatan komunitas. Program dua tahun tersebut akan diimplementasikan di sejumlah wilayah, termasuk Tangerang, Bandung, Sidoarjo, dan Banyuwangi.
Bidik Satu Juta Perempuan Indonesia
President Director Kimberly-Clark Softex Indonesia, Fannie Zhang, menegaskan kesehatan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan perempuan secara menyeluruh dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
“Kesehatan menstruasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara keseluruhan dan membutuhkan upaya bersama. Melalui edukasi berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, kami bertujuan untuk membantu menghilangkan stigma,” ujarnya.
Melalui pendekatan berbasis siklus kehidupan, program HER WAY tidak hanya berfokus pada edukasi menstruasi, tetapi juga layanan kesehatan ibu, persalinan yang berkualitas, serta dukungan kesehatan mental. Kemitraan ini ditargetkan memberikan dampak positif bagi lebih dari satu juta perempuan dan remaja perempuan di Indonesia.***