Mengenal Ra Mamak: Kiai Muda Lulusan Al-Azhar yang Berhasil Meluluhkan Hati Putri Gus Dur

Foto resepsi pernikahan Ra Mamak dan Inayah Wahid. - Istimewa
Inayah Wahid resmi dipersunting Ra Mamak, kiai muda lulusan Al-Azhar. Resepsi putri Gus Dur ini digelar sangat sederhana.

​Kabar bahagia menyelimuti keluarga almarhum Presiden ke-4 RI, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Putri bungsu beliau, Inayah Wulandari Wahid, diam-diam telah melangsungkan pernikahan dengan seorang kiai muda karismatik asal Sumenep, Moh. Shalahuddin A. Warits, yang akrab kita sapa Ra Mamak.

​Menariknya, meski berstatus sebagai anak mantan presiden, Inayah memilih merayakan hari bahagianya dengan sangat membumi.

​Resepsi Sederhana Putri Mantan Presiden

​Pernikahan pasangan ini sebenarnya sudah berlangsung pada awal tahun 2025. Keluarga melangsungkan akad nikah tanpa pesta pora di kawasan Ciganjur pada 22 Januari 2025 lalu. Momen kebahagiaan ini baru terekspos luas ke publik setelah video acara selamatan di Pondok Pesantren (Ponpes) Annuqayah, Sumenep, beredar viral baru-baru ini.

Bacaan Lainnya

​Fathol Bari, perwakilan Ikatan Alumni Annuqayah, membenarkan bahwa keluarga hanya menggelar acara selamatan secara sederhana. Acara silaturahmi yang berlangsung pasca-Idul Fitri 2026 tersebut hanya melibatkan keluarga inti pesantren dan sebagian keluarga Inayah dari Ciganjur. Keputusan ini menunjukkan kelas tersendiri, di mana dua keluarga besar memilih menjaga kesakralan acara alih-alih memamerkan kemewahan.

​Profil Ra Mamak: Pengasuh Pesantren Tertua di Madura

​Tentu banyak yang penasaran, siapa sebenarnya sosok pria yang berhasil meluluhkan hati Inayah Wahid ini? Ra Mamak lahir di Sumenep pada 16 April 1982. Ia memikul tanggung jawab besar sebagai salah satu pengasuh di Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk, Sumenep. Pesantren ini sangat tersohor sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam tertua (didirikan oleh KH Muhammad Syarqawi pada tahun 1887) dan paling berpengaruh di daratan Pulau Garam, Madura.

​Sebagai putra dari ulama kharismatik KH. Warits Ilyas, Ra Mamak tumbuh dalam tradisi keilmuan Islam yang sangat kental. Ia tidak sekadar mewarisi darah biru ulama, tetapi juga mendedikasikan hidupnya untuk melanjutkan perjuangan dakwah pendidikan Islam di tengah masyarakat.

​Rekam Jejak Akademik Mentereng sebagai Alumnus Al-Azhar

​Jejak pendidikan suami Inayah Wahid ini juga sangat luar biasa. Setelah menamatkan pendidikan dasar di lingkungan Annuqayah dan melanjutkan ke MAK Tebuireng, Ra Mamak terbang ke Mesir untuk menimba ilmu di Universitas Al-Azhar dengan fokus pada Bahasa Arab.

​Haus akan ilmu, ia kembali memperdalam wawasannya di IAIN Sunan Ampel sekembalinya ke tanah air. Tak main-main, Ra Mamak sukses meraih gelar magister dari Universitas Indonesia (UI) dan menuntaskan program doktoral di Universitas Gadjah Mada (UGM). Saat ini, ia aktif membagikan ilmunya sebagai dosen tetap di Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) sejak tahun 2015.

​Selain sibuk di dunia pesantren dan akademik, Ra Mamak sempat meramaikan panggung politik Sumenep. Ia pernah menjabat sebagai Ketua DPC PPP Sumenep dan hampir maju sebagai calon bupati pada Pilkada 2020. Langkah politik ini ia niatkan sebagai ijtihad untuk membawa perubahan sistemik bagi kesejahteraan masyarakat, meski seiring berjalannya waktu dinamika politik membuatnya urung berlaga.

​Pernikahan dua tokoh dari lingkungan pesantren dan keluarga besar Nahdlatul Ulama ini membawa angin segar serta kebahagiaan bagi banyak pihak. Kesederhanaan resepsi mereka membuktikan bahwa cinta dan ikatan suci tak melulu harus dirayakan dengan gemerlap kemewahan, melainkan dengan khidmat dan rasa syukur. Selamat menempuh hidup baru untuk Inayah Wahid dan Ra Mamak, semoga ikatan ini selalu membawa keberkahan.***

Pos terkait