Seorang sumber militer Iran mengatakan Washington berupaya membombardir dan membunuh pilot tersebut setelah operasi penyelamatan gagal.
“Setelah gagal menyelamatkan pilot jet tempur yang ditembak jatuh oleh angkatan bersenjata Iran, Jumat, 3 April 2026, pihak Amerika kini berusaha membombardir dan membunuh pilot tersebut di lokasi-lokasi yang diduga menjadi tempat keberadaannya,” ujar sumber militer Iran, dikutip Ahad, 5 April 2026 dari Tasnim.
Serangan udara dilaporkan menyasar sejumlah wilayah di Kota Kohgiluyeh, Provinsi Kohgiluyeh dan Boyer Ahmad, pada malam hari. Targetnya diduga lokasi persembunyian pilot.
Sumber tersebut juga menyebut AS tengah memburu awak kedua (flight crew) dan berupaya membunuhnya melalui pemboman di sejumlah titik.
Namun, ia tidak memastikan apakah pilot atau awak tersebut telah berada dalam kendali pasukan Iran. “Kami belum bisa mengatakan apa pun tentang hal itu saat ini. Namun satu hal yang bisa disampaikan adalah bahwa pihak Amerika tidak mengungkapkan kebenaran sepenuhnya,” katanya.
Ia menambahkan, kisah pilot jet tempur yang ditembak jatuh ini berpotensi menjadi skandal baru bagi Amerika Serikat.
Klaim Jatuhnya Jet dan Versi Berbeda
Teheran mengklaim telah menembak jatuh dua jet tempur canggih, yakni F-15E di Iran tengah dan A-10 Warthog di dekat Selat Hormuz, dalam rangkaian pertempuran terbaru. Media pemerintah Iran melaporkan satu jet tempur AS ditembak jatuh di wilayah Iran tengah, yang memicu operasi pencarian dan penyelamatan oleh militer AS.
Seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi insiden tersebut kepada Reuters pada Jumat (3/4/2026).
Trump Klaim Pilot Selamat
Dikutip dari Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump menyatakan perwira Amerika yang hilang setelah jatuhnya jet tempur F-15E telah berhasil diselamatkan dan “dalam keadaan selamat dan sehat”. Namun, Trump juga memperingatkan bahwa “neraka besar” akan menimpa Iran jika negara itu tidak mencapai kesepakatan damai dalam waktu 48 jam.
Teheran menolak ultimatum tersebut dan menyebutnya sebagai sikap yang “tidak berdaya dan penuh kecemasan”.***





