Persebaya Tutup Tribun Utara GBT hingga Akhir Musim Usai Insiden Petasan dan Ujaran Kebencian

Tribun Utara GBT
Tribun GBT. - Samudrafakta/Masruroh
Manajemen Persebaya menutup Tribun Utara GBT hingga akhir musim Super League 2025/2026.

Manajemen Persebaya Surabaya memutuskan menutup Tribun Utara Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) hingga akhir musim kompetisi Super League 2025/2026.

“Persebaya menutup Tribun Utara GBT sampai akhir musim 2025/2026,” tulis manajemen Persebaya melalui akun Instagram resmi klub, dikutip Jumat (6/3/2026).

Keputusan tersebut diambil setelah manajemen berdiskusi dengan jajaran kepolisian serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Penutupan tribun dilakukan menyusul insiden yang terjadi saat laga kandang Persebaya melawan Persib Bandung pada Senin, 2 Maret 2026.

Bacaan Lainnya

Manajemen menyebut, sepanjang pertandingan tersebut terjadi berbagai tindakan yang dinilai mengganggu keamanan dan ketertiban di stadion.

“Keputusan tersebut diambil setelah berdiskusi dengan jajaran kepolisian dan stakeholder. Dasarnya adalah marak dan masifnya ujaran kebencian dan penyalaan petasan di Tribun Utara pada Senin lalu, 2 Maret 2026,” demikian pernyataan resmi klub.

Rangkaian Insiden di Tribun Utara

Manajemen Persebaya juga memaparkan sejumlah fakta yang terjadi selama pertandingan tersebut berlangsung.

Beberapa di antaranya adalah chant yang bermuatan ujaran kebencian yang terdengar sepanjang laga. Selain itu, terjadi pula letusan petasan serta penyalaan kembang api secara masif di area tribun.

Panitia pelaksana pertandingan sebenarnya telah memberikan peringatan berulang kali melalui pengeras suara stadion. Bahkan sempat disampaikan ancaman penghentian pertandingan apabila penyalaan petasan tidak dihentikan.

Namun peringatan tersebut tidak diindahkan oleh sebagian oknum suporter.

Letusan petasan tetap terdengar hingga pertandingan berakhir.

Empat Laga Kandang Tanpa Tribun Utara

Manajemen Persebaya menegaskan bahwa kebijakan penutupan Tribun Utara dilakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan seluruh suporter di stadion.

“Ini dilakukan demi keamanan dan kenyamanan suporter di dalam stadion. Menjaga marwah sepak bola yang menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati, serta kemanusiaan,” terang manajemen klub.

Pos terkait