AI tak lagi berhenti di layar—ia kini hadir di ruang keluarga dan dapur.
Gagasan rumah yang mampu memahami kebutuhan penghuninya kini bukan lagi fiksi. Dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas, berbagai perusahaan teknologi memamerkan perangkat berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk mendukung konsep intelligent living.
Laporan PR Newswire yang dikutip Ahad (8/2/2026) mencatat, sejumlah inovasi rumah pintar mulai mengandalkan AI untuk mengatur udara, energi, hingga interaksi dengan penghuni. TCL, misalnya, memperkenalkan pendingin udara FreshIN 3.0 yang diklaim mampu menyaring 97,66 persen partikel PM2.5 dan meningkatkan efisiensi energi lebih dari 37 persen melalui sistem berbasis AI.
Tak hanya perangkat rumah tangga, inovasi juga merambah ranah sosial. Salah satu yang mencuri perhatian adalah AiMe, robot pendamping modular yang dirancang untuk mengenali emosi, mengelola perangkat Internet of Things (IoT), hingga mendokumentasikan aktivitas penting pemiliknya. Perangkat semacam ini menandai pergeseran fungsi teknologi—dari sekadar alat bantu menjadi mitra interaksi.
Konsep smart living juga mencakup ekosistem terintegrasi, mulai dari lemari es pintar, mesin cuci berbasis AI, hingga sistem keamanan biometrik. Seluruhnya diarahkan untuk efisiensi energi dan gaya hidup rendah karbon.
Namun, kemudahan itu membawa pertanyaan baru. Ketika rumah mulai “berpikir”, batas antara manusia dan mesin kian menipis.
Selengkapnya di KosongSatu.ID.





