Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Jawa Timur kembali meningkat. Berdasarkan data Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur per 26 Januari 2026, tercatat 839 ekor ternak terjangkit PMK yang tersebar di 19 kabupaten/kota.
_____________
Dari jumlah tersebut, 221 ekor sapi dinyatakan sembuh. Sementara 605 ekor lainnya masih sakit dan menjalani penanganan intensif. Dinas Peternakan juga mencatat delapan ekor sapi mati akibat PMK, serta lima ekor dipotong paksa untuk mencegah penularan lebih luas.
Wilayah dengan kasus tertinggi berada di Kabupaten Pasuruan. Di daerah ini, 103 ekor sapi dilaporkan terpapar virus PMK.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjelaskan, lonjakan kasus PMK pada awal 2026 didominasi sapi pedaging. Salah satu pemicunya adalah meningkatnya lalu lintas ternak menjelang Iduladha, ditambah faktor pergantian musim yang mempercepat penyebaran virus.
“Pergerakan sapi mulai meningkat menghadapi Hari Raya Kurban dan kondisi musim memang rawan penyebaran PMK,” ujar Emil, Jumat, 30 Januari 2026.
Untuk menekan laju wabah, pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan telah mengalokasikan 1,51 juta dosis vaksin PMK untuk Jawa Timur.
Dari jumlah tersebut, 453 ribu dosis vaksin dijadwalkan tiba dalam waktu dekat dan langsung didistribusikan ke daerah rawan. Emil memastikan, vaksinasi akan difokuskan pada upaya pencegahan, sementara ternak yang sudah terpapar langsung mendapatkan pengobatan.
“Yang 453 ribu dosis ini segera disebar untuk pencegahan. Sementara yang sudah terpapar PMK, langsung ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Dinas Peternakan Jatim, Iswahyudi, menyebutkan pengawasan diperketat dengan menerjunkan petugas kesehatan hewan ke seluruh pasar hewan. Pemeriksaan juga dilakukan sebelum ternak masuk rumah potong hewan (RPH).
“Hewan yang menunjukkan gejala PMK tidak boleh dipotong. Langsung kami arahkan untuk penanganan medis,” katanya.
Pemerintah daerah mengimbau peternak meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor jika menemukan gejala PMK, guna mencegah penyebaran semakin meluas.***