Pemerintah Klaim Investor Tiongkok dan Korea Minat dengan Proyek Tembok Laut Raksasa Rp1.298 Triliun 

Proyek Tol Semarang-Demak ini rencananya bakal tersambung dengan tol yang bakal ada di atas tanggul laut raksasa. | Dok. Kementerian PU
Pemerintah mengklaim sejumlah investor dari Tiongkok dan Korea Selatan (Korsel) berminat terlibat dalam megaproyek tanggul laut raksasa atau giant sea wall yang dirancang membentang sepanjang pesisir utara Pulau Jawa. Proyek ambisius ini diproyeksikan menelan dana hingga USD80 miliar atau sekitar Rp1.298 triliun.

__________

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut, ketertarikan para investor disampaikan secara langsung dalam pertemuan informal bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. Meski demikian, Prasetyo belum bersedia mengungkapkan identitas perusahaan yang terlibat dalam pembicaraan awal tersebut.

“Dari Tiongkok menyampaikan ketertarikannya, kemudian teman-teman dari Korea juga, saat Forum Indonesia-Korea kemarin,” kata Prasetyo, Selasa, 17 Juni 2025.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menegaskan bahwa proyek tanggul laut ini akan dimulai dari Teluk Jakarta dan membentang hingga ke Gresik, Jawa Timur, sejauh 500 kilometer. 

Ia menunjuk Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk mengawal proyek ini secara langsung.

Menurut Prabowo, pembangunan akan memakan waktu 8 — 10 tahun, dengan skema pendanaan bersama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Pusat. 

“DKI nanti menyumbang setengah, pemerintah pusat setengah. Karena ini memang untuk DKI sebenarnya,” ujarnya dalam Konferensi Internasional Infrastruktur di Jakarta Convention Center, Kamis, 12 Juni.

Salah satu indikasi adanya ketertarikan investor Korea Selatan ini muncul dalam kunjungan delegasi Federation of Korean Industries (FKI) pada 28 April lalu. Pertemuan hampir tiga jam di Istana Merdeka itu menghasilkan komitmen tambahan investasi sebesar USD1,7 miliar (Rp28,6 triliun) ke dalam proyek strategis nasional.

Sementara itu, hubungan ekonomi antara Indonesia dan Tiongkok ditengarai melalui kehadiran Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Cina Li Qiang dalam acara Indonesia-China Business Reception di Jakarta, 24 Mei lalu. 

Kegiatan itu mempertegas komitmen kedua negara untuk mempererat kerja sama investasi di bidang infrastruktur, termasuk dalam megaproyek tanggul laut yang dinilai vital untuk perlindungan wilayah pesisir dari ancaman krisis iklim dan naiknya permukaan laut.***

Pos terkait