Pemkot Surabaya Jamin Pendidikan 2 Anak Asisten Masinis Korban Kereta Tertemper Truk Hingga Lulus Kuliah

Almarhum Abdillah Ramdan dan lokomotif KA Jenggala yang tertemper truk kayu. | Istimewa
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menjamin pendidikan dua anak Abdillah Ramdan, asisten masinis yang jadi korban tewas kecelakaan kereta api tertemper truk di Gresik, Selasa, 8 April 2025 malam lalu.

__________

Abdillah meninggal dalam kecelakaan antara kereta yang dia kendarai dengan truk muatan kayu.

Truk kayu menemper bagian depan kereta saat melintasi perlintasan sebidang tanpa palang pintu di KM 7+600, tepatnya Jalan Perlintasan Langsung (JPL) 11 antara Stasiun Indro dan Stasiun Kandangan, Selasa (8/4/2025) malam.

Bacaan Lainnya

“Keluarga korban ini orang luar biasa, beliau sudah bekerja kurang lebih 17 tahun di PT KAI. Pak Wisnu (Kepala Daop 8 Surabaya) mengatakan akan menjadikan istri almarhum bekerja di PT KAI,” ujar Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, dikutip Sabtu, 12 April 2025.

Pemkot akan memastikan kedua anak korban yang masih berusia 3,5 tahun dan 11 tahun, ditanggung biaya pendidikannya hingga perguruan tinggi.

“Jadi anak-anak, pemkot yang akan menjadi tanggungan kami sampai kuliah,” imbuhnya.

Ia berkomitmen kedua anak korban akan mendapat pendidikan yang maksimal sebagai penerus ayahnya yang gugur dalam bertugas. Dua anak korban laki-laki inisial MAA (11 tahun) dan NAY (3,5 tahun).***

Pos terkait