Lubang Misterius Muncul di Sungai Kaliasat Blitar, Warga Bingung

Lubang misterius di Sungai Kaliasat, Blitar. (Samudra Fakta/Istimewa)
Sebuah lubang misterius muncul di Sungai Kaliasat, Kabupaten Blitar. Penelitian tim Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bandung menyatakan lubang misterius ini merupakan proses alami yang terjadi di daerah yang didominasi batu gamping.

Lubang di Sungai Kaliasat, Dusun Kaliandong, Desa Dawuhan, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar itu tidak tiba-tiba saja terjadi, melainkan merupakan proses alami yang sudah biasa terjadi di wilayah batu gamping.

Tim Badan Geologi Kementerian ESDM Bandung, Abdullah Husna, menjelaskan bahwa secara geologi fenomena ini adalah proses alami. Lubang natural itu biasa terjadi, dan biasa disebut “sinkhole“.

“Sinkhole umum terjadi di daerah gampingan, batu kapur, seperti di Gunung Kidul dan sebagainya. Pasti sering lihat lubang seperti ini. Kebetulan ini sedimen tertutup, jadi tidak ketahuan. Mungkin karena erosi lubangnya mulai terbuka, dan ini fenomena umum terjadi,” terangnya, dikutip Rabu (13/11/2024).

Bacaan Lainnya

Lubang misterius tersebut, kata Husna, diperkirakan berukuran sekitar 1-1,5 meter. Sedangkan, kedalamannya belum diketahui. Kondisi permukaan lubang tersebut dapat melebar sewaktu-waktu, mengikuti ukuran lubang di dalamnya.

“Apabila kita lihat di dalamnya ukurannya membesar. Nah, lubang yang membesar ini yang ukuran aslinya. Yang atas belum sepenuhnya terbuka, jadi masih rawan dimungkinkan akan lebih lebar lagi,” terangnya.

Husna menambahkan, kondisi permukaan tanah di sekitar lubang cukup rawan ambrol. Pasalnya, lubang tersebut bisa jadi terbuka kapan saja mengikuti ukuran lubang di dalamnya.

“Yang atas belum sepenuhnya terbuka, jadi masih rawan dimungkinkan akan lebih lebar lagi,” ungkapnya.

Kondisi tersebut membuat warga diimbau tidak mendekati sekitar lubang. “Jadi, tindakan sementara untuk dijauhkan dulu dari warga, karena kondisi tanah atas rawan melebar,” kata Husna.

Kepala Desa Dawuhan, Ahmad Muhibbudin, mengaku pihaknya sudah memasang garis polisi dan banner berupa imbauan di lokasi lubang misterius bersama TNI/Polri. Warga sekitar diimbau tidak mendekati lubang tersebut.

“Kami perangkat Desa Dawuhan dan TNI/Polri sudah memasang garis polisi. Ini sebagai warning bagi masyarakat untuk tidak mendekati lubang itu karena beresiko atau berbahaya,” kata Ahmad.***

Pos terkait