7 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Semeru Luncurkan Abu Setinggi 900 Meter

Gunung Semeru menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Dalam kurun waktu satu hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meletus sebanyak tujuh kali. Foto:IST
Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik tinggi. Dalam kurun waktu satu hari, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu meletus sebanyak tujuh kali, dengan kolom abu mencapai ketinggian antara 500 hingga 900 meter di atas puncak. Warga di sekitar lereng diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya erupsi lanjutan.

________

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 18.09 WIB. Ini dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak atau 4.476 meter di atas permukaan laut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam keterangannya, Jumat, 25 April 2025.

Menurut dia, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih terus berlangsung.

Bacaan Lainnya

Sebelumnya Gunung Semeru erupsi pada pukul 17.41 WIB. Ini dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut.

“Saat erupsi, abu vulkanik gunung tertinggi di Pulau Jawa itu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah utara. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 152 detik,” ucapnya.

Berdasarkan catatan petugas, Gunung Semeru telah mengalami tujuh kali erupsi dengan erupsi pertama terjadi pukul 01.10 WIB. Ini disertai letusan setinggi 500 meter di atas puncak.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi terkait dengan status Gunung Semeru yang masih waspada atau level II. Yakni masyarakat dilarang melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 8 kilometer dari puncak (pusat erupsi).

Kemudian di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 13 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga tidak boleh beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru. Karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar,” katanya.

Masyarakat juga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar hujan di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.

Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar di sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. ***

Pos terkait