Sang Pendidik Soewardi Soeryaningrat [1]: Politisi, Wartawan ‘Radikal’, Penggagas Konsep Pendidikan Tripusat dan Among

Ki Hadjar Dewantara pernah menjadi politisi dan wartawan sebelum terjun lebih dalam di dunia pendidikan nasional. FOTO: Arsip Nasional
Politisi

Sebelum menyelamii seluk beluk dunia pendidikan, Ki Hadjar pernah aktif di bidang politik.

Sepuluh tahun sebelum membangun sekolah Taman Siswa, Ki Hadjar telah mendirikan Nationaal Indische Partij atau Partai Hindia pada 1912 bersama Doewes Dekker dan Tjipto Mangoenkoesoemo, pada 25 Desember 1912. Partai tersebut dikenal sebagai partai  pertama yang ada di Hindia Belanda pasa saat itu.

Bacaan Lainnya

Tiga serangkai ini kerap kerap menyuarakan perlawanan pada penjajah. Sikap ini salah satunya mereka tunjukkan dengan memprotes rencana pemerintah penjajah Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Kerajaan Negeri Belanda dari penjajahan Prancis.

Untuk melawan kebijakan tersebut, Ki Hadjar membuat artikel yang berisi kritik-kritik terbuka terhadap Belanda yang disampaikan secara terus terang dan tajam. Menurutnya, perayaan itu tidak patut dan tidak pantas. Sebab, selain mewajibkan rakyat jajahan merayakannya, juga mengharuskan rakyat membiayai perayaan.

Ki Hadjar mengingatkan, selama Gubernur Jenderal jadi wali negeri, Nederland tidak akan memberikan kemerdekaan, padahal maksud perayaan itu mengajarkan bahwa tiap orang wajib memperingati hari kemerdekaannya.

Akibat tulisan itu, ketiga pemimpin IP ditangkap lalu dibuang ke negeri Belanda pada Agustus 1913. Selama dalam pembuangan itu dimanfaatkannya untuk mempelajari bidang pendidikan dan pengajaran, sampai ia memperoleh Euro-peesche Akte (Akta Guru Eropa).

Ki Hadjar banyak menimba ilmu pada para pemikir dan pelaksana aliran dan sistem di Eropa, seperti Friedrich Frobel, Maria Montessori, dan Kerschensteiner. Dia juga menimba ilmu dari pemikir-pemikir Asia, di antaranya dari penyair dan ahli pendidikan dari India Rabindanath Tagore. Mereka memang dikenal sebagai pendobrak dunia pendidikan lama dan pembangun aliran baru.

Keempat pemikir dan pelopor aliran baru pendidikan ini membuat Ki Hadjar sangat terkesan dan membawa pengaruh besar terhadap pemikiran Ki Hadjar kelak, ketika ia mendirikan perguruan Tamansiswa.

Pos terkait