Karena itulah, pertumbuhan gigi bungsu tersebut perlu ditangani dengan pengobatan dan tindakan cabut gigi bungsu. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi masalah pada gigi. Namun, bila pengobatan tidak mampu juga dalam mengatasi masalah gigi dan gusi, maka operasi cabut gigi bungsu perlu dilakukan. Setelah melakukan operasi gigi, Anda juga perlu melakukan perawatan untuk mencegah terjadinya komplikasi.
Layaknya tindakan medis pada umumnya, operasi cabut gigi bungsu juga berisiko menimbulkan komplikasi. Berikut ini komplikasi cabut gigi bungsu secara umum yang perlu Anda ketahui, seperti dilansir dari laman Halodoc:
1. Perdarahan dan Infeksi
Komplikasi yang paling sering terjadi pasca operasi gigi bungsu adalah perdarahan dan infeksi. Tanda-tandanya bila Anda mengalami komplikasi ini adalah terjadinya perdarahan yang berlebihan dari lokasi operasi, keluar cairan berwarna kuning atau putih, nyeri atau bengkak yang tidak kunjung hilang, serta demam.
2. Alveolar Osteitis
Selain itu, komplikasi yang juga bisa terjadi pasca cabut gigi bungsu adalah tidak adanya bekuan darah pada rongga gigi atau bekuan darah terlepas dari rongga gigi. Dalam istilah medis, kondisi ini disebut juga alveolar osteitis.
Komplikasi ini bisa menyebabkan pengidap merasakan nyeri yang hebat pada rahang atau gusi. Rongga gigi yang kosong juga bisa menimbulkan bau dan rasa yang tidak enak. Namun, komplikasi ini biasanya hanya terjadi sekitar tiga sampai lima hari setelah operasi pencabutan gigi bungsu.
3. Cedera Saraf
Komplikasi lain yang juga bisa muncul setelah operasi gigi adalah cedera saraf. Hal ini ditandai dengan rasa nyeri, kesemutan, atau kebas pada lidah, bibir, gusi, dan pipi. Cedera saraf bisa mengganggu aktivitas sehari-sehari, seperti menjadi sulit makan atau minum. Namun, komplikasi ini biasanya hanya berlangsung selama beberapa minggu pasca operasi gigi.