Cak Imin waktu itu juga mengklaim bahwa, menurut survei internal PKB, elektabilitas partainya di Jawa Timur berada di posisi teratas, dengan capaian 24 persen. “Untuk Jatim, kami juga sangat tinggi, tapi belum sampai target 30 persen,” terangnya.
Cicit KH Bisri Syansuri—salah satu pendiri NU—ini mengklaim bahwa capaian elektabilitas PKB tidak hanya ditunjukkan oleh hasil survei SMRC. Ada sejumlah lembaga survei lain yang menunjukkan hasil serupa. “Alhamdulillah, kami sangat bangga, bersyukur, beberapa lembaga survei—terakhir SMRC—kenaikan PKB cukup signifikan. Dan ada beberapa lembaga survei yang menunjukkan tren elektabilitas kami menuju dua besar,” jelasnya pede.
Soal fenomena hasil survei itu, Cak Imin pernah menyebut jika hasil itu bisa dipesan. Soal hasil survei berbeda-beda, menurut Cak Imin, itu karena sudut pandang pertanyaan petugas survei menjadi faktor penentu hasilnya. Cak Imin mengungkapkan pendapatnya itu dalam cuitannya di media sosial X—sebelumnya Twitter—@cakiminow, pada 8 Juni 2023.
“Kenapa hasil survei selalu berbeda-beda? Jawabannya tergantung dari sisi mana pertanyaan yang disampaikan ke responden. Apa bisa pesan hasilnya? Ya pasti bisa, tergantung perspektif pertanyaannya,” begitu cuitnya.
Di akhir cuitan, ia menyinggung soal integritas masing-masing lembaga survei—karena itu memengaruhi hasil survei.”Itu pun juga masih tergantung 1 hal lagi; moralitas dan integritas lembaga surveinya. Gitu aja kok ribut!” tegasnya.
(Wijdan)





