Mengenal Pesantren Pluralis-Multikultural yang Dibangun di Kediri

Sekadar informasi, KH Muchtar Mu’thi sendiri, dalam berbagai pengajian yang dia ampu, sering menyampaikan bahwa jatidiri Bangsa Indonesia adalah manunggalnya keimanan dan kemanusiaan atau manunggalnya jiwa keagamaan dan jiwa kebangsaan. Jika tidak ada jatidiri bangsa, menurut ulama yang akrab disapa Kiai Tar itu, Bangsa Indonesia akan menjadi orang asing di dalam negerinya sendiri.

Menurut Kiai Tar, dalam konteks bangsa, harus dibedakan “membangun di Indonesia” dengan “membangun Indonesia”. “Membangun Indonesia” muaranya kejayaan Indonesia, tetapi “membangun di Indonesia” bisa untuk kepentingan lainnya. “Membangun Indonesia” di segala bidang berdampak pada rakyat Indonesia jadi tuan di negeri sendiri. Tetapi, jika “membangun di Indonesia”, bisa saja rakyat jadi penonton di dalam negeri.

“Semoga pembangunan Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia ini makin menguatkan  keimanan masing-masing umat penganut agama. Jadi kuat tetapi tetap harmonis. Bhinneka Tunggal Ika berbeda-beda agama dan keyakinan, tetapi satu bangsa Indonesia,” kata ujar Sekretaris Jenderal DPP PCTA Indonesia Ismu Syamsuddin.

Bacaan Lainnya

Awalnya, menurut rencana, prosesi peletakan batu pertama pembangunan pesantren ini dihadiri oleh K.H. Muchtar Mu’thi dan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono.

“Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia dibangun untuk ikut bela negara, melindungi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman non-fisik. Perang modern ini kan non-fisik, hoaks, intoleran, proxy war, neo cortex war,” jelas Suhardono.

“Cara melawannya adalah memperkuat jatidiri Bangsa Indonesia. Untuk itulah kami merasa perlu mengundang Panglima TNI,” ujar Suhardono.

Kiai Tar benar-benar hadir, sementara Panglima TNI diwakili oleh Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Muda (Laksda) TNI Julius Widjojono.

Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Julius Widjojono mengikuti prosesi peletakan batu pertama Pesantren Jatidiri Bangsa Indonesia Merajut Perdamaian Nusantara” di Situs Bung Karno Ndalem Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. (SF/Juki)

Pos terkait