Kedekatan Pemuda Muhammadiyah dan Jokowi
Sebagai informasi, pengurus Pemuda Muhammadiyah periode 2023-2027, yang terdiri dari Ketua Umum Dzulfikar Ahmad Tawalla, Sekretaris Jenderal Najih Prastiyo,dan Bendahara Umum, Machendra Setyo Atmaja beserta formatur terpilih lainnya pernah bersilaturahim ke Istana Merdeka, Jakarta untuk menemui Presiden Jokowi pada Senin, 27 Maret 2023.
Pimpinan Pusat(PP) Pemuda Muhammadiyah saat itu menyampaikan apresiasi sekaligus memperkenalkan jajaran PP Pemuda Muhammadiyah terpilih periode Muktamar ke-XVIII di Balikpapan, 21-24 Februari 2023.
“Kami mengapresiasi perhatian Bapak Presiden terhadap gerakan pengembangan kepemudaan secara nasional, terkhusus untuk Pemuda Muhammadiyah beliau meluangkan waktu hadir di pembukaan Muktamar kami di Balikpapan sekaligus memperkenalkan komposisi formatur hasil Muktamar ke-XVIII di Balikpapan,” ujar Dzulfikar.
Dzulfikar juga menyebut bahwa pihaknya turut menyampaikan kepada Presiden Jokowi terkait empat poin pokok yang dihasilkan dalam Muktamar ke-XVIII Pemuda Muhammadiyah beberapa waktu lalu. Mulai dari peneguhan gerakan Islam Berkemajuan, gerakan kewirausahaan (social entrepreneurship), gerakan keilmuan, hingga gerakan politik kebangsaan.
“Kami meng-underline kurang lebih dua poin besar tentang gerakan politik kebangsaan dan gerakan social entrepreneurship,” ungkap Dzul.
Presiden Jokowi waktu itu menyatakan dukungannya terhadap gerakan-gerakan kepemudaan, utamanya di bidang gerakan ekonomi. Dan menurut Jokowi, para pemuda harus menetapkan fokus gerakannya terhadap pengembangan ekonomi, terutama yang berbasis kerakyatan dan usaha, kecil, mikro, menengah (UMKM).
Presiden Jokowi berharap Pemuda Muhammdiyah mampu meningkatkan kualitas sumberdaya kader-kadernya sehingga mampu memberi kontribusi terhadap kemajuan bangsa. “Pembangunan SDM sangat penting, kalau saya melihat kenapa Korsel, Taiwan, Jepang bisa melompat maju, karena kualitas SDMnya yang mampu menciptakan sesuatu yang dibutuhkan dunia,” harapnya.
Pemuda Muhammadiyah adalah salah satu organisasi otonom Muhammadiyah, yang merupakan gerakan Islam, amar makruf nahi mungkar. Pemuda Muhammadiyah didirikan dengan tujuan menghimpun, membina, dan menggerakkan pemuda Islam serta meningkatkan perannya sebagai kader untuk mencapai tujuan Muhammadiyah.
Lambang Pemuda Muhammadiyah diciptakan oleh H. Syarbini, yang terdiri dari satu tangkai kuncup melati dengan dua daun di atas pita bersemboyan Fastabiqul Khairat dalam huruf Arab, yang artinya BERLOMBA-LOMBALAH DALAM KEBAIKAN.*





