Ia menambahkan, fluktuasi harga cabai kerap dipengaruhi faktor eksternal seperti gangguan produksi akibat cuaca ekstrem. Namun, berdasarkan koordinasi data dengan Badan Pusat Statistik, harga kebutuhan pokok di Surabaya selama Januari hingga Februari 2026 masih relatif stabil.
Untuk menjaga kondisi tersebut selama Ramadan, Dinkopumdag melakukan pemantauan harian di pasar-pasar pantauan. Jika ditemukan kenaikan signifikan, dinas segera berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian guna mencari solusi cepat.
Pemkot Surabaya juga menjalin kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil pangan. Komoditas dari daerah mitra didistribusikan langsung ke Surabaya, khususnya produk pertanian seperti sayur, buah, dan beras, untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
“Pasar murah ini bukan hanya soal harga lebih terjangkau, tapi juga upaya menjaga keseimbangan pasar. Harapannya, harga tetap stabil dan masyarakat bisa berbelanja dengan tenang selama Ramadan,” pungkas Mia. ***





