Penetapan Rais Aam dan Ketua Umum PBNU diminta dikembalikan pada mekanisme kearifan para masyâyikh secara partisipatoris, berjenjang dari struktur paling bawah, serta bersih dari politik uang dan intervensi pihak luar.
Dukungan Sesepuh dan Akar Rumput
Mubes Ciganjur menyatakan dukungan terhadap resolusi konflik yang dirumuskan para alim ulama dan sesepuh NU dalam Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo. Hasil musyawarah tersebut dinilai sejalan dengan semangat percepatan muktamar demi pemulihan keteduhan organisasi.
Forum ini diikuti ratusan warga NU dari beragam latar belakang, termasuk ulama, santri, petani, buruh, nelayan, aktivis, hingga tokoh pesantren seperti Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), Umar Wahid, Inayah Wahid, Lukman Hakim Saifuddin, dan Abdul A’la.
Steering Committee Mubes Warga NU 2025, Achmad Munjid, menegaskan forum ini tidak berpihak pada kubu mana pun. “Ini ruang aspirasi warga NU untuk menyelamatkan masa depan jam’iyyah, bukan forum dukung-mendukung,” ujarnya.
Seruan percepatan muktamar ini akan disampaikan ke pengurus NU di semua tingkatan sebagai pesan agar konflik segera dituntaskan melalui mekanisme organisasi yang sah dan bermartabat.***





