MPLS Surabaya Dimulai 13 Juli, Siswa Baru Dibekali Literasi Digital hingga Antinarkoba

MPLS Surabaya
Ilustrasi MPLS di Surabaya. - Diskominfo Surabaya

Selain menyasar siswa, Dispendik menilai keberhasilan pendidikan karakter juga bergantung pada keterlibatan keluarga. Oleh sebab itu, orang tua akan diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun komunikasi yang intens dengan anak selama masa pertumbuhan.

“Ketika anak sudah berada di rumah, orang tua perlu mengajak mereka berinteraksi, berdialog, dan mendengarkan cerita mereka. Hal sederhana seperti menanyakan kegiatan di sekolah dapat membuat anak merasa diperhatikan,” ujarnya.

Ia juga mengimbau orang tua lebih aktif mendampingi penggunaan telepon genggam dan media sosial anak. Menurutnya, pembatasan penggunaan gawai harus diimbangi dengan kehadiran orang tua melalui interaksi dan waktu berkualitas bersama keluarga.

Bacaan Lainnya

Di sisi lain, Dispendik mendorong terbangunnya komunikasi dua arah antara sekolah dan orang tua sebagai langkah deteksi dini apabila terjadi perubahan perilaku pada anak. Jika ditemukan gejala seperti lebih sering menyendiri, mudah membantah, atau menunjukkan kebiasaan yang tidak biasa, sekolah dan keluarga diharapkan segera berkoordinasi agar penanganan dapat dilakukan sejak awal.

“Komunikasi antara orang tua dan sekolah menjadi kunci. Jika ada perubahan perilaku, informasi dari rumah dan sekolah bisa dicocokkan sehingga penyebabnya dapat diketahui lebih awal. Bila diperlukan, sekolah juga akan menghadirkan psikolog atau pendamping profesional,” jelasnya.

Selain mengenalkan lingkungan sekolah, MPLS juga akan menjadi ruang penguatan karakter peserta didik melalui pendidikan agama dan berbagai edukasi tentang tantangan di era digital.

“Kami menggandeng aparat kepolisian, kepolisian siber, serta sejumlah instansi terkait untuk memberikan pembekalan mengenai ancaman kejahatan digital. Materi tersebut diberikan dalam bentuk edukasi,” sebutnya.

Selain itu, rangkaian MPLS tahun ini juga akan diisi dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) hasil kolaborasi Dispendik bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya.

“Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan peserta didik baru memulai tahun ajaran dalam kondisi sehat sekaligus mendukung pembentukan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak,” pungkasnya. ***

Pos terkait

Tinggalkan Balasan