Penurunan serotonin, peningkatan melatonin, dan kebutuhan energi ekstra membuat tubuh lebih mudah lemas dan lapar saat hujan.
Banyak orang merasa lebih malas, mengantuk, dan cepat lapar ketika hujan turun. Ternyata, fenomena ini bukan sekadar perasaan — melainkan reaksi biologis tubuh yang bisa dijelaskan secara ilmiah.
Penelitian dalam jurnal The Lancet (Lambert dkk., 2002) menemukan bahwa berkurangnya paparan sinar matahari saat hujan menurunkan kadar serotonin, hormon yang mengatur suasana hati dan nafsu makan. Ketika serotonin menurun, tubuh secara alami mencari makanan tinggi karbohidrat untuk menimbulkan rasa nyaman.
Cuaca Gelap Picu Hormon Tidur
Bukan hanya serotonin, hujan juga memengaruhi hormon melatonin — zat yang mengatur siklus tidur.
Studi klasik dalam jurnal Science (Lewy dkk., 1980) menunjukkan bahwa suasana redup membuat tubuh memproduksi melatonin lebih cepat. Akibatnya, seseorang jadi lebih mudah mengantuk dan enggan beraktivitas.
Tubuh Butuh Energi Tambahan
Penelitian dari University of Queensland School of Public Health (2023) menambahkan, suhu dingin saat hujan membuat tubuh membutuhkan energi ekstra untuk menjaga kehangatan. Proses ini memicu sinyal lapar muncul lebih cepat dan meningkatkan keinginan makan, terutama terhadap makanan tinggi kalori.
Tiga Faktor Penyebab Utama
Kombinasi tiga hal — serotonin yang menurun, melatonin yang meningkat, dan kebutuhan energi yang bertambah — menjadi penyebab utama mengapa kita merasa lemas dan lapar di cuaca hujan.
Para ahli menyarankan untuk tetap aktif bergerak, makan bergizi seimbang, dan mencari cahaya alami agar keseimbangan hormon tubuh tetap terjaga.***





