Eks Ketum PBNU mengingatkan, demokrasi harus dijalankan dengan tertib. Polri diminta terbuka menerima aspirasi rakyat.
__________
Mantan Ketua Umum PBNU masa khidmat 2010–2021, KH Said Aqil Siradj, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis Brimob saat demonstrasi di Jakarta, Kamis malam, 28 Agustus 2025.
“Saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Affan saat menyampaikan aspirasi kepada pemerintah dan DPR hingga kehilangan nyawanya. Allahumma… semoga almarhum diampuni segala dosanya, diterima segala amalnya, dan arwahnya diterima di sisi Allah SWT,” kata Kiai Said, Jumat (29/8).
Ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan bangsa di tengah situasi memanas. Demokrasi, ujar Said, memang memberi ruang rakyat menyuarakan kritik, tapi tetap harus menjunjung ketertiban. “Mari kita selamatkan NKRI dari segala kepentingan. Kita semua ini bersaudara, satu bangsa. Demonstrasi boleh saja, tapi semata-mata untuk memberikan kritik dan atensi yang baik. Jangan sampai chaos,” tegasnya.
Said juga mengingatkan agar aparat kepolisian bersikap profesional serta terbuka menerima aspirasi rakyat. “Mari kita muhasabah, mengevaluasi diri, lalu optimis melangkah sebagai bangsa besar yang bermartabat,” tambahnya. Ia menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung pemerintah sekaligus berpihak kepada rakyat kecil.
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri memastikan kasus kematian Affan akan diusut tuntas dengan melibatkan Divpropam, Komnas HAM, dan Kompolnas. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan hal serupa: transparansi penuh dalam penanganan kasus.
Presiden Prabowo Subianto juga menyampaikan rasa kecewa. Ia menegaskan, personel Brimob yang terlibat harus dihukum sekeras-kerasnya. Terbaru, Propam Polri menyatakan tujuh anggota Brimob yang berada di dalam rantis terbukti melanggar kode etik. Mereka kini ditahan atau ditempatkan khusus.***





