Shiino mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Kyodo News, sebelum mengundurkan diri, dia berdiskusi tentang pemilihannya sebagai Miss Jepang. Dia juga menghormati orang-orang yang menentang kemenangannya atas dasar tidak cocok dengan citra Miss Jepang.
“Saya tidak merasa negatif terhadap cara berpikir seperti itu. Sebaliknya, saya percaya pandangan seperti itu memberikan kesempatan untuk refleksi,” katanya.
Miss Jepang pertama kali digelar pada tahun 1950. Kontes kecantikan ini adalah kegiatan domestik yang tidak mengirim pemenangnya untuk mewakili Jepang di kancah internasional.
Kontes kecantikan Jepang sebelumnya juga menjadi subyek perdebatan tentang identitas pemenangnya. Miss Universe Jepang pada 2015 dimenangkan wanita bernama Ariana Miyamoto, yang lahir dari ibu Jepang dan ayah Afrika-Amerika, sebagai pemenang pertama warisan campuran.
___FOTO:Tangkapan Layar Instagram @karolina0824