Kementerian Agama (Kemenag) resmi membuka program bantuan pembangunan dan rehabilitasi masjid serta musala untuk tahun 2025. Program ini mencakup rintisan masjid/musala ramah lingkungan, sebagai bagian dari prioritas nasional dalam meningkatkan pengelolaan tempat ibadah yang lebih baik.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat peran masjid dan musala sebagai pusat aktivitas keagamaan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.
“Perawatan rumah ibadah merupakan salah satu program prioritas nasional. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan fasilitas masjid dan musala, sekaligus menjadikannya lebih inklusif dan ramah lingkungan,” ujar Abu di Jakarta, Kamis, 6 Maret 2025.
Mengacu pada konsep eco-theology dalam spirit Deklarasi Istiqlal, Kemenag juga memberikan bantuan operasional bagi rintisan masjid ramah lingkungan. “Kami mendorong masjid dan musala untuk menanam pohon serta memperbaiki sanitasi sebagai bagian dari program ini,” tambahnya.
Besaran Bantuan dan Skema Pencairan
Untuk tahun 2025, Kemenag menyediakan bantuan dalam empat kategori, yaitu:
- Rp50 juta untuk pembangunan atau rehabilitasi masjid
- Rp35 juta untuk pembangunan atau rehabilitasi musala
- Rp15 juta untuk operasional rintisan masjid ramah lingkungan
- Rp10 juta untuk operasional rintisan musala ramah lingkungan
Namun, bantuan ini bersifat stimulan, yang berarti tidak menanggung seluruh biaya pembangunan atau rehabilitasi, melainkan mendorong partisipasi jemaah dan masyarakat untuk bersama-sama merawat masjid dan musala.
“Kami ingin menciptakan pengelolaan masjid dan musala yang lebih profesional, transparan, serta memiliki dampak luas bagi masyarakat,” tegas Abu.
Sejak 2024, Kemenag memperkenalkan konsep Masjid Ramah, yang mengutamakan inklusivitas bagi anak, perempuan, penyandang disabilitas, serta lansia. Selain itu, program ini menekankan aspek keberlanjutan lingkungan dan keberpihakan pada kelompok duafa.
Pada 2025, skema ini diperkuat dengan dukungan bagi pengelolaan masjid dan musala agar lebih terstruktur dan akuntabel.
Syarat Pengajuan Bantuan Masjid dan Musala
- Bagi masjid atau musala yang ingin mendapatkan bantuan, harus memenuhi beberapa persyaratan berikut:
Terdaftar di Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kemenag
Memiliki rekening bank atas nama masjid atau musala
Mengajukan proposal bantuan secara online melalui aplikasi PUSAKA atau laman simas.kemenag.go.id - Selain itu, pengelola masjid atau musala harus melengkapi dokumen berikut:
Surat rekomendasi dari Kemenag setempat (KUA Kecamatan, Kemenag Kabupaten/Kota, atau Kanwil Kemenag Provinsi)
Fotokopi SK pengurus
Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Foto kondisi bangunan terkini
Fotokopi surat keterangan status tanah
Fotokopi buku rekening bank atas nama masjid/musala
Surat pernyataan kebenaran dokumen yang ditandatangani ketua pengurus dan bermaterai Rp10.000
Jadwal Pendaftaran dan Seleksi
Pengajuan bantuan dilakukan secara bertahap dengan jadwal berikut:
8-19 Maret – Penerimaan permohonan bantuan secara online
24 Maret – Penetapan calon penerima bantuan
25 Maret – Verifikasi hingga pencairan dana secara bertahap
Proses pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui aplikasi PUSAKA, yang tersedia di Google Play Store dan App Store, atau melalui laman resmi SIMAS Kemenag.
Bagi pengelola masjid dan musala yang membutuhkan referensi dokumen persyaratan, dapat mengakses contoh dokumen di: bit.ly/Contoh-Dokumen-Persyaratan.***